Bikin Merinding! Kesaksian Baru Dugaan Pelecehan oleh Pelatih Voli, Sampai Diancam Benda Tajam

Bikin Merinding! Kesaksian Baru Dugaan Pelecehan oleh Pelatih Voli, Sampai Diancam Benda Tajam
Pic gambar pelecehan seksual terhadap anak usia di bawah umur oleh oknum pelatih voli, hingga ancaman. (IST, foto edit Roni)

DEPOK | Star7Tv – Dugaan kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur oleh seorang pelatih voli berinisial A kembali menjadi perhatian publik. Kasus ini mencuat setelah dua korban lain memutuskan untuk berbicara, menyusul laporan yang diajukan orang tua seorang anak berinisial Bil (12) kepada pihak kepolisian.

Dua korban tersebut, Zul (19) dan Ar (18), mengaku telah lama menyimpan pengalaman traumatis. Keberanian keluarga Bil menempuh jalur hukum mendorong keduanya untuk mengungkap kejadian yang mereka alami saat masih aktif berlatih di sebuah klub voli.

Adapun dugaan tersebut terjadi saat latihan dan di luar arena, Zul dan Ar menyebut, tindakan tidak pantas diduga kerap terjadi saat sesi latihan berlangsung. Pelatih yang dikenal dengan sapaan Acong disebut beberapa kali melakukan tindakan yang membuat korban merasa tidak nyaman.

“Sering terjadi saat latihan, kami merasa tertekan dan tidak berdaya,” ujar salah satu korban, saat ditemui, Jumat, (24/4).

Selain itu, keduanya juga mengaku pernah diajak ke luar lingkungan latihan dengan alasan pembinaan. Namun, situasi tersebut justru membuat mereka semakin tidak nyaman.

Perlu diketahui, ada tekanan dan ancaman
para korban juga mengungkap adanya tekanan secara psikologis. Mereka mengaku pergaulan mereka sempat dibatasi dan mendapat teguran keras jika tidak mengikuti keinginan pelatih.

Tak hanya itu, korban menyebut sempat ada ancaman agar mereka tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. Hal ini membuat mereka memilih diam selama bertahun-tahun.

Sebagai informasi, sebelumnya kedua korban sudah pernah dilaporkan.
Menurut pengakuan kedianya dugaan kasus ini sebenarnya telah diketahui pihak internal klub sejak 2024 dan sempat dibahas dalam forum internal. Namun, mereka menilai belum ada tindak lanjut yang tegas.

“Kami berharap ada langkah nyata agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar korban.

Zul dan Ar bersuara demi mencegah korban baru. Setelah sekian lama bungkam, Zul dan Ar akhirnya memutuskan untuk berbicara demi mencegah kemungkinan adanya korban lain, terutama anak-anak yang masih aktif berlatih.

“Kami ingin tidak ada lagi yang mengalami hal serupa,” kata mereka.

Keduanya juga menyatakan siap memberikan keterangan kepada pihak berwenang guna mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

Saat ini Polisi masih mendalami. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang masuk. Sementara itu, pihak klub dan pengurus terkait belum memberikan keterangan resmi.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak dalam kegiatan olahraga, serta perlunya respons cepat terhadap setiap laporan dugaan pelanggaran. (TIM)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP