DEPOK | Star7Tv – RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) segera menghadirkan layanan hemodialisa (cuci darah) untuk masyarakat. Saat ini, rumah sakit tersebut telah memasuki tahap kesiapan operasional (operational readinessv), dengan berbagai persiapan yang hampir rampung secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD ASA, drg. Indriati, Sp.B.M.M, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari sarana dan prasarana, peralatan medis, sumber daya manusia (SDM), hingga aspek regulasi dan perizinan.
“Perizinan layanan dialisis dari Kementerian Kesehatan sudah diterbitkan. Saat ini kami sedang dalam proses kerja sama atau MoU dengan BPJS Kesehatan agar layanan ini bisa langsung diakses oleh peserta BPJS saat mulai beroperasi,” ujarnya, terkonfirmasi, Senin, (20/4).
Dari sisi fasilitas, Indriati menerangkan, RSUD ASA telah menyiapkan ruang hemodialisa khusus yang dirancang sesuai standar Kementerian Kesehatan, termasuk pengaturan zonasi bersih dan kotor, alur sirkulasi pasien, serta sistem pengendalian infeksi.
” Rumah sakit juga telah melengkapi lima unit mesin hemodialisa serta lima tempat tidur dialisis,” jelasnya.
Selain itu, mengenai fasilitas lain tersedia water treatment system (RO system) yang berfungsi menjaga kualitas air dialisis, sebagai salah satu komponen vital dalam layanan ini. Berbagai peralatan pendukung juga telah disiapkan, seperti monitor tanda vital, defibrillator, suction, oksigen, serta emergency trolley yang dilengkapi obat-obatan darurat.
Dalam pengelolaan limbah, dengan cermat, ia juga menegaskan, RSUD ASA memastikan sistem pembuangan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, sistem rekam medis elektronik juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pelayanan.
Sebagai catatan nformasi, layanan hemodialisa ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Triwulan III tahun 2026. Target tersebut mempertimbangkan penyelesaian seluruh perizinan operasional, proses kredensial tenaga medis, serta finalisasi kerja sama pembiayaan dengan BPJS Kesehatan.
Indriati menambahkan, perlu diketahui dari sisi SDM, RSUD ASA telah menyiapkan tenaga medis yang kompeten, meliputi dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi (KGH), dokter spesialis penyakit dalam yang telah mendapatkan pelatihan hemodialisa, dokter umum terlatih, serta perawat hemodialisa bersertifikasi. Dukungan teknis juga diperkuat oleh tenaga teknisi elektromedis.
Untuk menjamin mutu layanan, rumah sakit telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) klinis dan sistem keselamatan pasien (patient safety), serta menerapkan sistem kerja on-call dan pembagian shift pelayanan.
Dalam hal kapasitas, dengan lima unit mesin hemodialisa dan dua shift layanan per hari, RSUD ASA diperkirakan mampu melayani sekitar 10 hingga 20 pasien setiap harinya. Setiap mesin dapat digunakan untuk satu hingga dua pasien per shift, dengan durasi tindakan berkisar antara empat hingga lima jam.
Plt Dirut RSUD ASA berharap, dengan hadirnya layanan ini, RSUD ASA diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan gangguan ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisa secara rutin dan berkelanjutan. (RN)






