DEPOK | Star7Tv – Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) saat meresmikan Posyandu di wilayah Sawangan, Jumat (17/4).
Dalam keterangannya, Supian Suri menyampaikan bahwa program SPM akan diterapkan secara merata di seluruh Posyandu di Kota Depok. Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut akan terus dimonitor secara berkala.
“Program ini akan terus kami monitoring. Pelayanan Posyandu harus mampu menangani balita sedini mungkin,” ujarnya, usai peresmian Pos Yandu di Sawangan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui program SPM, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan dasar, tetapi juga penanganan khusus bagi balita dengan kondisi tertentu, seperti bibir sumbing.
“Biasanya penanganan bayi dilakukan saat usia; tiga bulan. Pada usia tersebut, penanganannya tidak terlalu sulit, berbeda jika sudah berusia satu tahun,” jelasnya.
Sebagai informasi, Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah transformasi posyandu menjadi pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan layanan kesehatan dasar dengan 5 layanan dasar lainnya (pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman/ketertiban umum, dan sosial) untuk seluruh siklus hidup.
Program ini berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 untuk mendekatkan pelayanan dasar langsung ke masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
Supian Suri berharap, kehadiran Pemerintah Kota Depok dapat benar-benar dirasakan masyarakat melalui berbagai program pelayanan, tidak hanya Posyandu berbasis SPM, tetapi juga program lain seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan penyakit campak, dan berbagai layanan kesehatan serta sosial lainnya.
Dengan penguatan Posyandu berbasis SPM, diharapkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Depok semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. (RN)







