Pesan Menu Padang dari Murid SDN Bumiayu 2, Dedy Susanto Respon Positif

Pesan Menu Padang dari Murid SDN Bumiayu 2, Dedy Susanto Respon Positif
Pesan melalui secarik kertas dari murid SDN Bumiayu 2 kepada SPPG Bumiayu 2, yang direspon positif Pembina Yayasan YCDS, Captain Dedy Susanto, sekaligus merupakan kabar baik. (dok. Star7Tv/Roni)

BUMIAYU | Star7Tv – Sebuah catatan sederhana dari murid SDN 2 Bumiayu, Brebes, mendadak menjadi perhatian. Dalam secarik kertas, terlihat daftar pesanan makanan seperti “susu sekotak”, “burger tidak pedas”, “apel”, “anggur”, hingga “sepatu” (diduga maksudnya sepatu sebagai kebutuhan lain), lengkap dengan tulisan polos khas anak-anak.

Catatan tersebut diketahui merupakan bagian dari pesanan menu dalam program MBG yang ditujukan ke SPPG Bumiayu 2. Yang menarik, di antara daftar menu itu terselip harapan anak-anak akan variasi makanan, termasuk keinginan menikmati hidangan seperti menu padang (rendang-red), yang dikenal kaya rasa, (rendang tidak diperkenankan untuk menu MBG).

Fenomena curhatan ini pun mendapat perhatian dari pembina Yayasan YCDS, Captain Dedy Susanto. Ia mengaku tersentuh sekaligus takjub melihat antusiasme para siswa dalam menyampaikan keinginan mereka.

“Ini luar biasa. Dari tulisan sederhana saja kita bisa melihat betapa mereka antusias dan menaruh harapan besar terhadap program MBG,” ujar Dedy, saat terkonfirmasi, Jumat, (3/2).

Menurutnya, respons anak-anak tersebut menjadi sinyal positif bahwa program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia juga menilai, keberanian anak-anak dalam menuliskan pesanan menunjukkan keterlibatan aktif mereka.

Dedy pun berharap agar para relawan dan satuan pelaksana di SPPG Bumiayu 2 terus menjaga kualitas dan kuantitas layanan.

“Antusiasme ini harus dijawab dengan kerja maksimal. Kualitas makanan, variasi menu, hingga distribusi harus tetap terjaga. Jangan sampai harapan anak-anak ini tidak terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan, program MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi sehat dan bahagia. Bahkan, dari pesan sederhana seperti keinginan mencicipi nasi padang, tersirat bahwa anak-anak ingin merasakan pengalaman makan yang lebih beragam dan menyenangkan.

Catatan kecil itu kini menjadi simbol besar: bahwa suara anak-anak, sekecil apa pun, layak didengar dan diapresiasi. (RN)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP