BREBES | Star7Tv – Malam itu, air datang tanpa memberi aba-aba. Sungai meluap, hujan tak henti, dan Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, perlahan tenggelam dalam kecemasan. Rumah-rumah warga terendam, perabot hanyut, dan aktivitas sehari-hari mendadak terhenti. Yang tersisa adalah kelelahan, kekhawatiran, dan kebutuhan mendesak akan bantuan.
Di tengah situasi sulit tersebut, uluran tangan menjadi sesuatu yang paling berarti.
Menanggapi hal tersebut, dengan membawa semangat kemanusiaan, Captain Dedy Susanto melalui Yayasan Captain Dedy Susanto hadir langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Kehadiran yayasan ini menjadi penanda bahwa para korban tidak sendiri menghadapi musibah yang datang tiba-tiba.
Bantuan yang disalurkan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat dan pemulihan. Namun lebih dari sekadar logistik, bantuan tersebut juga membawa pesan empati dan solidaritas, bahwa di tengah bencana, masih ada kepedulian yang berdiri tegak.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan semangat gotong royong, melibatkan kebersamaan antara relawan dan warga. Suasana haru terlihat di wajah masyarakat Penggarutan, yang menerima bantuan dengan penuh rasa syukur di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Setiap bantuan adalah harapan. Setiap kepedulian adalah kekuatan,” menjadi nilai yang dipegang Yayasan Captain Dedy Susanto dalam setiap langkah kemanusiaannyabeberapa waktu lalu, (9/2).
Yayasan Captain Dedy Susanto menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana dan kondisi darurat melanda. Kepedulian sosial, menurut yayasan ini, bukan sekadar respons sesaat, melainkan tanggung jawab bersama untuk saling menguatkan.
Di Desa Penggarutan, bantuan itu bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menguatkan semangat warga untuk bangkit, menata kembali kehidupan, dan melangkah maju setelah bencana.
Karena ketika air datang membawa kerusakan, kemanusiaan harus tetap hadir membawa harapan. (RN)






