DEPOK | Star7Tv – Yayasan Captain Dedy Susanto (YCDS) menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penerapan lima Key Performance Indicator (KPI) sebagai standar utama pelayanan. Lima KPI tersebut meliputi Zero Food Poisoning, Zero Accident/Incident, Zero Environmental Pollution, Zero Corruption, dan No Conflict.
Kelima indikator ini menjadi pedoman kerja seluruh relawan dan pengelola SPPG YCDS, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat. Tujuannya, memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi, ramah lingkungan, serta dijalankan secara profesional dan transparan.
Hal tersebut dikemukakan Pembina YCDS, Captain Dedy Susanto, yang menegaskan bahwa SPPG tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga soal tanggung jawab moral dan integritas pelayanan publik.
“Program gizi ini harus berjalan dengan standar yang jelas dan terukur. Keamanan pangan, keselamatan relawan, kepedulian lingkungan, serta kejujuran adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Captain Dedy kepada Star7Tv, (4/2)
Ia menambahkan, penerapan Zero Food Poisoning menjadi prioritas utama dengan memastikan seluruh proses pengolahan makanan sesuai standar higienitas dan keamanan pangan. Sementara itu, aspek Zero Accident/Incident diterapkan melalui disiplin keselamatan kerja bagi relawan.
“SPPG juga harus memberi dampak positif bagi lingkungan. Karena itu, pengelolaan limbah kami atur dengan prinsip Zero Environmental Pollution,” jelasnya.
Tak kalah penting, YCDS menegaskan komitmen Zero Corruption dan No Conflict sebagai pondasi kepercayaan publik. Seluruh kegiatan dijalankan secara transparan dan mengedepankan komunikasi yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
Captain Dedy berharap, lima KPI ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi yang berkelanjutan dan berintegritas.
“Kami ingin SPPG YCDS tidak hanya memberi manfaat hari ini, tapi juga membangun kepercayaan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (RN)







