DEPOK | Star7Tv – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian–Chandra, mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Cipayung. Mulai dari kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk NJOP di bawah Rp200 juta hingga penguatan kegiatan sosial-keagamaan selama Ramadan, menjadi bagian dari perubahan yang dinilai berdampak konkret.
Camat Cipayung, Muhammad Reza, menyampaikan bahwa kebijakan pembebasan PBB untuk NJOP di bawah Rp200 juta menjadi salah satu program yang paling dirasakan warga. Menurutnya, karakteristik masyarakat Cipayung yang masih banyak memiliki tanah dan bangunan dengan nilai tersebut membuat kebijakan itu sangat membantu.
“Banyak warga Cipayung yang memiliki tanah dan bangunan dengan NJOP di bawah Rp200 juta, sehingga kebijakan ini benar-benar meringankan beban masyarakat,” ujarnya kepada Star7Tv melalui pesan whatsapp, Senin (23/2).
Tak hanya pada sektor ekonomi, perhatian pemerintahan Supian–Chandra juga dinilai terasa dalam upaya pembinaan generasi muda. Reza menuturkan bahwa persoalan kenakalan remaja, termasuk potensi tawuran, masih menjadi tantangan. Namun, berbagai langkah preventif terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan. Beragam kegiatan positif digelar untuk mengisi waktu para remaja, seperti pesantren kilat (sanlat), perlombaan, hingga aktivitas keagamaan di lingkungan masjid.
Di wilayah Cipayung, kegiatan sanlat tersebar di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Jami Al Awabin di Kelurahan Cipayung serta Masjid Nurul Yaqin di Kelurahan Cipayung Jaya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter dan menekan potensi kenakalan remaja.
Selain itu, penguatan sistem keamanan lingkungan melalui siskamling juga dinilai efektif mempercepat respons terhadap berbagai kejadian di masyarakat. “Dengan adanya siskamling, respons terhadap situasi di lingkungan bisa lebih cepat,” tambahnya.
Menurut Reza, sinergi antara kebijakan pemerintah kota dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas wilayah. Dalam setahun pemerintahan Supian–Chandra, pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga dinilai mulai membuahkan hasil, baik dari sisi kesejahteraan maupun ketertiban sosial.
Cipayung pun menjadi salah satu contoh bagaimana kebijakan yang tepat sasaran dan kolaborasi lintas elemen mampu menghadirkan perubahan yang terasa di tingkat akar rumput. (RN)






