DEPOK | Star7Tv – Guyuran hujan yang tak kunjung reda di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera meninggalkan luka bagi ribuan warga. Di tengah bayang-bayang lumpur dan rumah-rumah yang rusak diterjang banjir, sebuah gerakan kemanusiaan muncul dari keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari berbagai penjuru Indonesia, para kader dan pengurus PPP bergerak serentak, mengirimkan sembako, dana bantuan, dan doa untuk saudara-saudara yang sedang berjuang memulihkan hidup.
Gerakan solidaritas nasional ini diberangkatkan serentak pada Senin (8/12), dipimpin oleh tekad para pengurus DPC PPP di seluruh Indonesia untuk memastikan bantuan tiba di wilayah paling terdampak. Di balik koordinasi besar itu, ada sosok yang memainkan peran penting, Neng Ais, salah satu koordinator penyaluran bantuan.
Di sela aktivitasnya memantau keberangkatan logistik, Neng Ais menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lain yang sangat dibutuhkan di masa darurat. “Setiap wilayah kita bagikan paket sembako untuk provinsi yang terdampak bencana alam,” ucapnya.
Ia memastikan, distribusi dilakukan secepat mungkin agar warga yang kehilangan tempat tinggal, barang berharga, maupun akses pangan dapat segera terbantu.
Di Sumatera Utara, penyaluran bantuan dilakukan melalui DPC PPP Kota Medan. Abdul Rani, perwakilan DPC, turun langsung ke titik-titik banjir di Kota Medan. Di sana, ia bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluhan warga, melihat dari dekat kondisi rumah yang ambles, serta mencatat kebutuhan mendesak yang harus segera mereka penuhi. “Kami turun bukan hanya membawa sembako, tapi memastikan warga benar-benar didampingi,” ujar seorang relawan yang mendampingi.
Sementara itu di Aceh, PPP menyalurkan bantuan finansial melalui Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bener Meriah. Bantuan uang tunai diprioritaskan bagi warga yang kehilangan rumah, perabotan, serta akses terhadap kebutuhan harian. Kerusakan parah akibat banjir bandang membuat dukungan dana menjadi opsi tercepat untuk membantu warga memperbaiki apa yang tersisa.
Dari Depok, Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Ma’mun, memberikan apresiasi yang tulus kepada seluruh kader di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan dan gotong royong yang terus dijaga PPP. “Kita semua sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudari kita yang terdampak bencana,” ucapnya.
Dua tokoh PPP, Gus Taj Yasin dan H. Agus Suparmanto, juga menyampaikan dukungan moral kepada para korban. Melalui pesan yang dikirimkan, mereka memberikan penguatan batin agar warga tetap tegar menghadapi masa sulit. “Rintikan air hujan akan berhenti dan lumpur pun mengering, akan tetapi solidaritas dan persaudaraan kita akan tetap abadi. Kita bersamai saudaraku semuanya dalam pemulihan kembali,” tulis keduanya dalam pesan penuh empati.
Aksi kemanusiaan PPP kali ini menjadi gambaran bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah, jarak, atau perbedaan politik. Di tengah bencana yang menguji ketahanan warga Aceh dan Sumatera, gerakan ini hadir sebagai pengingat bahwa harapan selalu ada datang dari tangan-tangan yang tak pernah ragu untuk membantu.
Bantuan yang terus mengalir diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat yang sedang membangun kembali kehidupan mereka. Dalam kepungan lumpur yang mulai mengering, semangat untuk bangkit perlahan kembali tumbuh dan PPP menjadi salah satu bagian dari ikhtiar itu. (RN)






