Bukan Sekadar Santunan, Qonita Luthfiyah Hadir Sebagai Ibu bagi Anak-Anak Al-Hayya

Bukan Sekadar Santunan, Qonita Luthfiyah Hadir Sebagai Ibu bagi Anak-Anak Al-Hayya
Ketua Badan Kehormatan anggota DPRD Depok, Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., saat kedekatannya bersama anak Yatim di Pondok Pesantren Al-Hayya, Cipayung Depok, Minggu, (1/3).

DEPOK | Star7Tv – Suasana di Panti Asuhan dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Hayya, Cipayung, terasa berbeda. Anak-anak berbaris rapi, sebagian tersenyum malu, sebagian lagi tak sabar menunggu sosok yang sudah mereka anggap keluarga.

Ketika Hj. Qonita Luthfiyah melangkah masuk, sapaan hangat langsung terdengar, “Assalamu’alaikum, Ibu…” Bukan suasana formal, bukan pula sekadar kunjungan anggota dewan. Yang terasa adalah pertemuan antara hati yang sudah lama saling mengenal.

Sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Depok, Qonita mungkin terbiasa dengan ruang sidang dan agenda resmi. Namun di Al-Hayya, ia hadir dengan wajah yang berbeda lebih personal, lebih hangat, lebih membumi.

“Al-Hayya ini sudah seperti rumah kedua saya,” ucapnya lembut. Sejak 2014, ia mengikuti perjalanan yayasan ini. Ia melihat sendiri bagaimana bangunan yang dulu hanya satu lantai, kini menjulang tiga lantai. Ia juga menyaksikan anak-anak yang dulu kecil, kini mulai beranjak remaja dengan hafalan Al-Qur’an yang semakin kuat.

Di hadapan para santri, Qonita tak banyak berbicara soal jabatan. Ia memilih berbagi kisah dan harapan. Ia mengingatkan bahwa menjadi yatim bukan berarti kehilangan masa depan. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang juga tumbuh tanpa ayah, namun menjadi manusia paling mulia.

“Jangan pernah merasa kecil. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari situlah Allah membentuk kalian menjadi pribadi yang kuat,” pesannya, membuat beberapa anak menunduk haru.

Ramadan, kata Qonita, adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi lebih baik. Ia mengajak anak-anak memperbanyak mengaji, memperkuat doa, dan menjaga semangat belajar.

“Kalau biasanya satu lembar, tambah jadi dua. Kalau biasanya ibadahnya biasa saja, sekarang kita tingkatkan. Kita tidak pernah tahu amal mana yang Allah pilih untuk menyelamatkan kita,” tuturnya.

Tak hanya memberikan santunan, Qonita juga menyerahkan seragam untuk para santri. Senyum mereka merekah, sederhana tapi tulus. Momen ditutup dengan doa bersama, suasana hening namun penuh makna.

Pengurus yayasan, Umi Zakiah, mengaku kehadiran Qonita selalu membawa energi positif.

“Beliau bukan hanya memberi bantuan. Beliau memberi perhatian dan rasa memiliki. Dari awal berdiri sampai sekarang berkembang, Ibu Qonita selalu ada,” ujarnya.

Di tengah kesibukan sebagai anggota dewan, Qonita menunjukkan bahwa kepedulian tak harus megah. Kadang cukup dengan hadir, mendengar, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap anak—dari tempat sederhana sekalipun punya kesempatan yang sama untuk menjadi hebat.

Ramadan di Al-Hayya pun menjadi lebih dari sekadar agenda berbagi. Ia menjadi ruang tumbuhnya harapan, tempat doa-doa kecil dipanjatkan, dan keyakinan besar ditanamkan untuk masa depan. (RN)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP