DEPOK | Star7Tv – Kejahatan berdarah kembali mengguncang Kota Depok. Seorang pria berinisial DS (40) ditemukan tewas bersimbah darah usai ditusuk secara brutal saat tertidur di rumahnya, wilayah Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kamis malam (8/1/2026).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung mengubah suasana lingkungan menjadi mencekam. Korban diketahui tengah beristirahat di ruang tamu ketika pelaku datang dan melancarkan aksinya tanpa ampun.
Perlu diketahui, korban diserang saat tak berdaya, hal tersebut dikatakan Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, iy ia mengungkapkan, pelaku mendatangi rumah korban dan sempat memanggil korban yang sedang tertidur.
“Pelaku mencari korban sambil mengatakan, ‘Menyeng mana, Menyeng?’,” ujar Jupriono kepada wartawan, (9/1).
Tak lama berselang, lanjutnya, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menusukkannya ke bagian punggung korban. Serangan dilakukan saat korban dalam kondisi tidak berdaya.
“Setelah menusuk korban, pelaku sempat melontarkan kalimat, ‘Lu nggak tahu kalau gua orang Lampung?’,” tambah Kapolsek, mengindikasikan adanya motif emosional yang masih didalami penyidik.
Adapun nyawa korban tak tertolong
usai melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera mengevakuasi korban ke RS Asa Cilangkap.
Namun upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawa korban.
“Berdasarkan pemeriksaan rekam jantung, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” jelas Jupriono.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Brimob untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan.
Sebagai informasi, Polisi bergerak cepat, sehingga pelaku ditangkap dini hari. Polsek Cimanggis bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, identitas pelaku berhasil dikantongi hanya dalam hitungan jam.
“Sekitar pukul 03.00 WIB, anggota kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” tegas Kompol Jupriono.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Cimanggis dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif sebenarnya di balik aksi penusukan yang merenggut nyawa DS.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan bisa terjadi di ruang paling aman sekalipun, bahkan saat korban tengah terlelap di rumahnya sendiri. (RN)






