RAN Minta Nama Baik Dipulihkan di Tengah Dugaan Perselingkuhan dan Proses Cerai di PA Depok

RAN Minta Nama Baik Dipulihkan di Tengah Dugaan Perselingkuhan dan Proses Cerai di PA Depok
RAN saat ditemui usai sidang pertama proses perceraian dengan isterinya (FR), di Pengadilan Agama Depok, Senin, (6/4). (dok. Star7Tv/foto, Roni)

DEPOK | Star7Tv – Kasus rumah tangga yang melibatkan Muhammad Chairansyah atau RAN kian menjadi sorotan setelah ia sebelumnya membeberkan rangkaian peristiwa yang dialaminya, mulai dari dugaan perselingkuhan istrinya berinisial FR dengan pria lain (Gadun-red), hingga laporan hukum yang kini masih berproses di Polres Metro Depok. Di tengah polemik tersebut, RAN kini menegaskan fokusnya untuk memulihkan nama baik dalam proses perceraian yang tengah berjalan di Pengadilan Agama (PA) Depok Kelas IA.

Dalam sidang mediasi yang digelar pada Senin (6/4/2026), pihak penggugat, TR, kembali tidak hadir untuk kedua kalinya sehingga proses mediasi dinyatakan deadlock. Kondisi ini, menurut RAN, semakin menunjukkan tidak adanya itikad baik dari pihak penggugat.

“Saya sudah mengupayakan semuanya, namun tidak ada itikad baik dari istri saya,” ujar RAN usai persidangan, saat ditemui Star7Tv.

RAN menilai sejumlah dalil dalam gugatan cerai yang diajukan TR tidak sesuai dengan fakta. Ia menyoroti tuduhan pisah ranjang selama enam bulan, yang menurutnya tidak benar. RAN menyebut perpisahan baru terjadi pada Februari 2026, atau hanya sekitar satu bulan sebelum gugatan cerai diajukan.

Selain itu, ia juga membantah tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang disebut baru mencuat, padahal peristiwa tersebut diklaim telah lama terjadi. Tak hanya itu, tuduhan lain seperti berhubungan saat menstruasi hingga dugaan mengajak melakukan hubungan tidak wajar juga ditepisnya.

“Tujuan saya hanya membersihkan nama saya saja, tidak ada yang lain. Mediasi dengan pengacaranya pun tidak menghasilkan apa-apa karena semua berdasarkan keterangan istri saya, dan tidak ada itikad baik juga. Pengacaranya pun tidak bisa menjelaskan banyak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, RAN mengaku hingga kini tidak ada komunikasi sama sekali dengan istrinya sejak konflik memuncak. Bahkan, menurutnya, pihak pengadilan telah meminta itikad baik dari FR, namun tidak mendapatkan respons.

“Tidak ada komunikasi, tidak pernah bertemu lagi. Dari pihak pengadilan juga sudah meminta itikad baik, tapi tidak ada kabar sama sekali,” tambahnya.

RAN menyatakan telah mengikhlaskan berakhirnya rumah tangga yang telah dijalani selama kurang lebih empat tahun. Ia berharap proses perceraian dapat diselesaikan secara baik-baik, termasuk pemenuhan kewajiban masing-masing pihak.

“Saya sudah ikhlas dengan proses perceraian ini. Tapi tolong, yang saya pertahankan hanya nama baik saya. Kalau memang sudah bahagia dengan kehidupan sekarang, jangan sampai kebahagiaan saya juga dirusak dengan tuduhan yang tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, proses hukum terkait laporan dugaan perselingkuhan yang sebelumnya dilayangkan RAN masih berjalan dan dalam tahap penyelidikan. RAN pun berharap seluruh proses yang ada dapat berjalan objektif dan transparan, sehingga kebenaran dapat terungkap dan nama baiknya dapat dipulihkan. (Tim)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP