DEPOK | Star7Tv – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dimaknai sebagai momentum strategis untuk meneguhkan kembali jati diri dan arah perjuangan partai yang berpihak penuh kepada rakyat. Mengusung tema “Satyam Eva Jayate” yang bermakna kebenaran pasti menang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus berdiri tegak di jalan rakyat dan tidak tercerabut dari basis perjuangan wong cilik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriany, menyampaikan bahwa usia ke-53 bukan sekadar angka seremonial, melainkan cerminan kematangan partai yang ditempa oleh sejarah panjang perjuangan bersama rakyat sejak berdiri pada 10 Januari 1973.
“Alhamdulillah, PDI Perjuangan hari ini memasuki usia ke-53. Ini adalah usia yang matang dan sarat dengan perjalanan panjang perjuangan bersama rakyat,” ujar Yuni, Minggu, (11/1/2026).
Ia menegaskan, sejak awal kelahirannya, PDI Perjuangan konsisten memosisikan diri sebagai alat perjuangan rakyat dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan, khususnya bagi wong cilik.
Di Kota Depok, lanjut Yuni, PDI Perjuangan terus berupaya menjaga marwah perjuangan tersebut melalui kerja-kerja politik yang membumi. Partai tidak hanya hadir pada momentum elektoral, tetapi secara berkelanjutan berada di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, serta memperjuangkan kebutuhan riil rakyat.
“Di Kota Depok, PDI Perjuangan terus berkomitmen hadir, bekerja, dan berjuang untuk kepentingan wong cilik, memperjuangkan keadilan sosial, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat,” tegasnya.
Yuni menekankan bahwa peringatan HUT ke-53 harus menjadi pengingat kolektif bagi seluruh kader PDI Perjuangan Kota Depok agar semakin solid, disiplin, dan setia pada garis perjuangan partai. Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada kedekatannya dengan rakyat, sehingga sikap politik yang elitis dan berjarak tidak boleh tumbuh di tubuh partai.
“Momentum HUT ke-53 ini menjadi pengingat bagi seluruh kader agar semakin solid, disiplin, dan setia pada garis perjuangan partai. Kita tidak boleh jauh dari rakyat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja lapangan sebagai bagian dari etika politik kader PDI Perjuangan. Menurutnya, turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban moral dan politik yang harus dijalankan secara konsisten.
“Kader PDI Perjuangan harus terus turun ke bawah, mendengar aspirasi, dan menghadirkan solusi nyata atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuni menegaskan bahwa semangat Satyam Eva Jayate menjadi napas perjuangan PDI Perjuangan Kota Depok dalam mengawal arah pembangunan daerah. Partai, kata dia, akan terus mendorong kebijakan yang berkeadilan, pro-rakyat, serta memastikan pembangunan tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang lemah.
“Dengan semangat setia pada rakyat, PDI Perjuangan Kota Depok akan terus mengawal pembangunan yang berkeadilan, mendorong kebijakan yang pro-rakyat, serta menjaga demokrasi yang bermartabat,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Yuni berharap PDI Perjuangan di usia ke-53 semakin kuat secara organisasi, semakin dicintai rakyat, dan tetap menjadi harapan bagi masa depan Kota Depok.
“Semoga PDI Perjuangan semakin kuat, semakin dicintai rakyat, dan terus menjadi harapan bagi masa depan Kota Depok dan Indonesia. Satyam Eva Jayate, di sanalah kami berdiri,” pungkasnya. (RN)







