BOGOR | Star7Tv – Forum Silaturahim Ketua RW (Forsil) Kelurahan Mekarjaya menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pengawasan implementasi Program Dana Rp300 juta yang digulirkan Pemerintah Kota Depok. Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Capacity Building yang digelar di Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu–Senin (4–5/1/2026).
Kegiatan yang diikuti 31 Ketua RW atau perwakilannya ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman kebijakan publik di tingkat lingkungan, sekaligus menyamakan persepsi terkait pengelolaan Dana Rp300 juta dan sosialisasi Program DTSEN Kementerian Sosial RI.
Anggota DPRD Kota Depok, Hj. Endah Winarti, SH, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa Dana Rp300 juta harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Dana ini bukan sekadar anggaran, tetapi amanah publik. Karena itu, pengawasan dan pengelolaannya harus dilakukan dengan tanggung jawab penuh,” tegas Endah Winarti, legislator DPRD Kota Depok dari Dapil Sukmajaya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan Dana Rp300 juta hingga ke tingkat paling bawah agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Pengawalan tidak boleh berhenti di atas. Harus dipastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran hingga ke lingkungan,” ujarnya.
Ketua Forsil Kelurahan Mekarjaya, Kodelwardi, menyampaikan bahwa kegiatan Capacity Building ini menjadi momentum konsolidasi peran Forsil sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengawasan kebijakan anggaran daerah.
“Forsil memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program pemerintah dijalankan sesuai tujuan dan kebutuhan masyarakat,” kata Kodelwardi.
Selain pemantapan materi kebijakan, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan sinergi dan kebersamaan antar Ketua RW sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat lingkungan.
Sementara itu, Lurah Mekarjaya, Dra. Nelda Purnadia Wardhani, menilai Forsil sebagai elemen penting dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat.
“Dengan peran aktif Forsil, pengawasan dan pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan partisipatif,” ungkap Nelda.

Salah satu peserta kegiatan, Bang Jejen, Ketua RW 030, menilai Capacity Building Forsil sebagai agenda penting yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat membantu kami memahami peran pengawasan dan pengelolaan program di lingkungan. Ini bukan seremonial, tapi penguatan peran,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Forsil Mekarjaya mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan anggaran daerah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (RN)






