DKR Kota Depok Galang Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

DKR Kota Depok Galang Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Ketua DKR kota Depok, Roy Pangharapan (kemeja kopiah), saat pimpin aksi Galang dana untuk korban bencana di Sumatera, aksi tersebut berlangsung di pertigaan Ramanda, Selasa, (8/12). (dok. Star7Tv/Roni)

DEPOK | Star7Tv – Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok menggelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan, menegaskan bahwa penderitaan warga di tiga provinsi tersebut masih panjang. Banyak wilayah yang belum tersentuh bantuan karena akses terputus lumpur dan genangan banjir.

“Masih ada desa-desa yang terisolasi. Pemerintah sedang berusaha keras menembus lokasi tersebut. Kita tidak boleh hanya menonton, saat saudara-saudara kita sedang berjuang bertahan,” ujar Roy dalam siaran persnya di Depok, Selasa (9/12).

Aksi solidaritas yang digelar di lampu merah Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok itu diikuti ratusan relawan DKR, mayoritas berasal dari para ibu kader kesehatan.

Melalui aksi tersebut, masyarakat diajak menunjukkan kepedulian terhadap para penyintas bencana yang saat ini sangat membutuhkan obat-obatan, pakaian layak, dan bahan makanan untuk bertahan di pengungsian.

Sementara dari aksi tersebut, terkumpul dana yang langsung dikirimkan kepada masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Atas nama DKR, saya mengucapkan terima kasih kepada warga Depok, khususnya para pengguna jalan yang telah berbagi kepedulian untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” kata Roy.

Berikut sebagai informasi, Nomor Rekening Donasi DKR Kota Depok:
Bank BJB – 0108701935100

Perlu diketahui sebagai informasi mengenai korban bencana Sumatera, 961 Orang Meninggal, 293 Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait bencana banjir dan longsor di Sumatera. Hingga Selasa (9/12), pukul 06.00 WIB, tercatat:

– 961 orang meninggal dunia

– 293 orang hilang

– 5.000 orang terluka

Bencana ini berdampak pada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak di wilayah:

– Agam (179 jiwa)

– Aceh Utara (138 jiwa)

– Tapanuli Tengah (110 jiwa)

– Tapanuli Selatan (85 jiwa)

– Aceh Tamiang (57 jiwa)

– Kota Sibolga (53 jiwa)
(dan daerah-daerah lain sesuai data BNPB)

– Sebaran Pengungsi
Jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu orang, dengan wilayah terdampak terbesar:

– Aceh Utara: 299.500 orang

– Aceh Tamiang: 262.100 orang

– Aceh Timur: 238.500 orang

– Bener Meriah: 31.800 orang

– Pidie: 25.800 orang

– Pidie Jaya: 20.100 orang

– Kota Lhokseumawe: 19.600 orang

– Tapanuli Tengah: 18.309 orang
(dan wilayah lainnya sesuai data resmi BNPB)

Kerusakan Bangunan
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur:

– 157.600 rumah rusak

– 1.200 fasilitas umum terdampak

– 199 fasilitas kesehatan rusak

– 534 fasilitas pendidikan

– 425 rumah ibadah

– 234 gedung/kantor

– 497 jembatan rusak. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *