Camat Cilodong Serukan Siskamling dan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Camat Cilodong Serukan Siskamling dan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Camat Cilodong, Zainal, saat terkonfirmasi soal persiapan menjelang Nataru. (dok. Star7Tv/foto, Roni)

DEPOK | Star7Tv – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Camat Cilodong Kota Depok, Zainal, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan. Sesuai arahan Wali Kota Depok, seluruh RW dan RT diminta kembali mengaktifkan kegiatan siskamling.

“Kami sudah menyampaikan pesan Pak Wali kepada para ketua RT dan RW. Alhamdulillah sebagian besar sudah bergerak, meskipun belum semua warga terlibat penuh. Tetapi setidaknya, sudah ada aksi nyata dari masyarakat,” ungkap Zainal, di ruang kerja, Selasa, (9/12).

Mengenai persiapan siskamling dan antisipasinya, Ia menjelaskan, siskamling menjadi hal penting karena beberapa faktor. Pertama, kondisi cuaca ekstrem yang harus terus diwaspadai. “Kalau ada siskamling, semua lebih siap ketika terjadi sesuatu, terutama menghadapi cuaca yang belakangan tidak menentu,” ujarnya.

Kedua, siskamling menjadi benteng keamanan lingkungan dari ancaman pencurian, tawuran, hingga perampokan. “Apalagi di perumahan, aset warga perlu dijaga. Dengan ronda, keamanan bisa lebih terkendali,” tambahnya.

Ketiga, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Mereka yang sebelumnya tidak saling kenal kini bisa berada dalam satu regu jaga. “Ini menumbuhkan kebersamaan. Ada chemistry baru di masyarakat,” jelasnya.

Lomba Siskamling Hidupkan Kembali Semangat Warga
Dalam rangka memotivasi warga, setiap kelurahan di Cilodong mengirim satu pos siskamling untuk dinilai dalam lomba siskamling tingkat kecamatan. Tim juri pun telah mulai berkeliling menilai pos, meski dengan waktu yang tidak menentu, mulai pukul 11 malam hingga dini hari.

“Pak Lurah juga ikut mendampingi. Sekalian keliling melihat kondisi dan mengontrol situasi keamanan di wilayahnya,” kata Zainal.

Ia berharap program ini tidak hanya aktif sesaat, melainkan bisa terus berlanjut. “Jangan cuma seperti ‘tahi ayam’, semangat di awal, hilang kemudian. Harus berkelanjutan,” ujarnya.

Selai soal banjir dan longsor masih jadi ancaman terkait potensi bencana, Zainal menyebut tidak ada kasus tawuran di wilayah Cilodong selama ia menjabat. Namun polisi pernah melaporkan tawuran yang terjadi di perbatasan Depok-Bogor, dan pelakunya bukan warga Cilodong.

Untuk kriminalitas, dengan tegas kasus kehilangan motor masih menjadi perhatian serius. “Menurut polisi, kehilangan motor di rumah warga masih cukup tinggi,” katanya. Sementara untuk bencana banjir, Kelurahan Sukamaju menjadi wilayah yang paling rentan. Sejumlah RW, termasuk RW 26, RW 15, dan RW 6, mengalami genangan, bahkan banjir hingga masuk ke rumah warga.

Untuk mengatasinya, Dinas PUPR telah mengirimkan alat pengeruk lumpur dan melakukan pembangunan talud tambahan. “Di RW 6, kemarin juga sempat terjadi longsor. PUPR bersama warga langsung gotong royong memperbaiki talud dan memperkuat struktur,” ujar Zainal.

Warga pun, lanjutnya, aktif membantu dengan menyediakan semen dan pasir, sementara pemerintah menyediakan batu untuk kebutuhan perbaikan. Tak hanya itu efisiensi siskamling lewat sistem piket, Zainal juga menyoroti pola penjagaan pos ronda yang lebih efektif. Menurutnya, warga kini lebih nyaman jika piket dilakukan bergantian dalam kelompok kecil.

“Daripada terlalu banyak orang piket yang akhirnya tidak efektif, lebih baik dibagi beberapa regu. Ada yang jaga, ada yang keliling. Itu lebih maksimal,” jelasnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *