Daerah  

Diduga Pekrjan Ipal Komunal Di Borongkan Di Desa Tambakbaya Dan Asal Jadi

star7tv.com – Lebak – Pelaksanaan Program pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Komunal sebanyak 50 titik di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak diduga bermasalah. Rabu (05/072023)

Pasalnya berdasarkan temuan awak media di satu tempat di Kampung Cidalung pengerjaanya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biayaa (RAB)

Menurut keterangan warga setempat yang tidak mau namanya dipublis mengatakan bahwa, pekerjaan yang seharusnya dilalaksanaka oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) malah dikerjakan oleh warga penerima bantuan Ipal Komunal dan untuk pekerjaannya itu di borongkan sebesar Rp 500000 ribu rupiah untuk satu titiknya itupun harus sampai beres, ucapnya

Seperti yang dialami. Oleh Ketua Rt 03 Rw 02 Madroni. kampung Cidalung desa Tambakbayan
Mengatakan bahwa pembangunan Ipal Komunal atau Septictank ini saya sendiri yang mengerjakan.
Sebagai modal awal saya diberi uang sebesar Rp 200 ribu, bata 400 biji, semen merek jakarta 3 sak, ukuran 40 kg dan ada juga semen merek Rajawali ukuran 40 kg, dan besi behel ukuran 10 in dengan panjang satu meter.
Cara pengerjaanya, pasangan tembok tidak semua di plester, karena kurangnya semen dan pasir
Kemudian septictank ditutup dengan coran dengan alas satu batang behel 10 mili panjang 1 metet dan sisanya memakai papan atau bambu. Terangnya.

Proyek pembutan Septictank sebanyak 50 titik yang tersebar di Desa Tambakbaya ini tidak dibarengi dengan pemasangan papan proyek.
Sehingga kontrol sosial menjadi keheranan dan penuh tanda tanya.
Proyek Ipal ini program Dinas apa ? Sementara Anggaranya bersumber dari mana. ?
Nialai anggaranya berapa ?

Sementara Ketua Pendamping Ipal komunal (Waluyo) ketika mengubungi awak media melalui telpon celulernya mengatakan dan menanyakan, titik mana saja yang menurut kawan kawan pembangunannya tidak sesuai Speck, tandasnya.

Saat tim awak media mau menemui pedamping ipal komunal di kampung cidalung namun pedamping tidak ada di tempat, setelah awak media tiba, namun awak media menunggunya ditempat yang sudah di janjikan oleh ketua pedamping ipal kemunal, tetep tidak datang untuk menemui kami selaku sosial kontrol di lapangan

Namun karena terjadi miss Understanding, ahirnya pertemuan itu batal di kernakan ketua pedamping ipal komunal dan (TPK) tidak datang saat awak media ingin bertemu,”

Saat awak media komfirmasi ke (TPK) melalui whatsapp, untuk menanyakan soal pekerjan ipal komunal, di borongkan apa harian, malah tidak ada jawabaan apapun dari ketua TPK

Kami selaku sosial kontrol ingin tau betul atau tidaknya itu di borongkan soal Program pekerjaan ipal komunal, kerna ada salah satu warga menjelaskan kepada awak media bahwa pekerjan ipal komunal itu diborongkang sebesar Rp.500000 ribu rupiah

Saat awak media menanyakan soal papan informasi ke Tpk di pasangnya di mana malah ketua (TPK) sama sekali tidak menjawab saat di kompirmasi, oleh awak media,

Sejauh hari sebelumnya awak media mencoba menghubungi ketua (TPK) melalui whatsapp menanyakan soal Program pekerjan ipal komunal di borongkan atau harian untuk pengerjan nya namun ketua (TPK) tidak ada jawaban,

Sehingga berita ini kami tayangkan kerna tidak ada penjelasan dari Ketua TPk,”

(Welly/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *