Tarhib Ramadhan 1447H, Muhammadiyah Bojongsari Angkat Pendidikan Karakter Anak

Tarhib Ramadhan 1447H, Muhammadiyah Bojongsari Angkat Pendidikan Karakter Anak
Sesi foto bersama di kegiatan Tarhib Ramadan. (IST)

DEPOK | Star7Tv – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Muhammadiyah Bojongsari menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan sebagai upaya meneguhkan nilai-nilai keimanan sekaligus memperkuat pendidikan karakter Islami bagi anak sebagai generasi penerus umat.

Kegiatan bertema “Ramadhan dan Karakter Pendidikan Islam Bagi Anak” ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Bojongsari, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Pengajian diikuti oleh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kecamatan Bojongsari, unsur Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), serta jamaah undangan dari wilayah Sawangan dan Parung.

Acara dibuka oleh Sekretaris PCA Bojongsari, Antik Handayani, selaku pembawa acara. Suasana khusyuk terasa sejak awal kegiatan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustadz M. Labib Zuhdi, Imam Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Bojongsari.

Dalam sambutannya, Ketua Kegiatan, Siti Fatimah, yang juga Ketua PRA Duren Seribu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pengajian Tarhib Ramadhan serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan jamaah yang telah berpartisipasi.

Sementara itu, Ketua PCA Bojongsari, Yulianti Muthmainnah, menekankan bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional yang diperingati setiap 24 Januari. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya pendidikan sebagai pondasi membangun masa depan umat.

Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam harus bersifat inklusif, tidak membedakan anak laki-laki maupun perempuan. Prinsip no one left behind perlu dihidupkan dalam pendidikan dan pengasuhan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan termaktub dalam kisah-kisah Al-Qur’an.

“Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail AS, keteguhan Maryam dalam mendidik Nabi Isa AS, hingga keluarga Imran, mengajarkan bahwa keimanan adalah fondasi utama pendidikan anak. Karena itu, tanggung jawab mendidik anak adalah amanah bersama antara ayah dan ibu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCM Bojongsari, Buya Zamah Sari, menegaskan bahwa pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah. Melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar, kaderisasi, dan keteladanan akhlak, Muhammadiyah terus berikhtiar menghadirkan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.

Ia menambahkan, ideologi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, berorientasi pada tajdid (pemurnian dan pembaruan), bersikap moderat, serta memiliki kepedulian kuat terhadap bidang sosial dan pendidikan.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Prof. Dr. Husni Rahim, Guru Besar Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ibadah puasa merupakan sarana pendidikan karakter yang sangat efektif, terutama bagi anak-anak.

“Puasa melatih kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini melalui keteladanan orang tua dan pendidik,” tutur Prof. Husni Rahim.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Jaja Nurjanah, Sekretaris PCM Bojongsari, dilanjutkan dengan ramah tamah dan kebersamaan menikmati hidangan yang disiapkan oleh ibu-ibu PRA se-Bojongsari.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Bojongsari, Sanusi, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan di Masjid At-Tanwir akan terus diintensifkan, khususnya selama bulan Ramadhan.

“InsyaAllah akan dilaksanakan salat tarawih berjamaah, iftar jama’i, peringatan Nuzulul Qur’an, santunan yatim dan dhuafa, i’tikaf, serta ditutup dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri. Untuk khatib Idul Fitri, direncanakan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Buya Dr. Zamahsari, MA,” ujar Sanusi.

Sanusi juga menambahkan, melalui Pengajian Tarhib Ramadhan 1447H ini, Muhammadiyah Bojongsari berharap Ramadhan menjadi madrasah kehidupan yang mampu membentuk generasi beriman, berakhlak mulia, serta memiliki karakter Islami yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *