SPPG Sukmajaya Tuai Apresiasi Lurah, Dinilai Siap dan Layak Jadi Percontohan

SPPG Sukmajaya Tuai Apresiasi Lurah, Dinilai Siap dan Layak Jadi Percontohan
Lurah Sukmajaya, Mulyadi, saat melakukan monitoring langsung ke SPPG Sukmajaya yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar, Kota Depok, sekaligus meninjau sekolah penerima manfaat, SD Cipayung, pada Senin (12/1/26). (dok. Star7Tv/Roni)

DEPOK | Star7Tv – Distribusi perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukmajaya mendapat apresiasi langsung dari Lurah Sukmajaya, Mulyadi. Ia menilai pelaksanaan program tersebut telah memenuhi standar kebersihan, kerapian, serta sistem kerja terintegrasi sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, sehingga layak dijadikan percontohan.

Apresiasi itu disampaikan Mulyadi saat melakukan monitoring langsung ke SPPG Sukmajaya yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar, Kota Depok, sekaligus meninjau sekolah penerima manfaat, SD Cipayung, pada Senin (12/1/26).

Kegiatan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Sekretaris Daerah yang menginstruksikan seluruh lurah untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program SPPG di wilayah masing-masing.

“Saya sudah melihat langsung ke dalam. Alhamdulillah, SPPG ini sangat memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah pusat, mulai dari kebersihan, kerapian, hingga sistem yang sudah terkoneksi dengan baik,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, dibandingkan dengan sejumlah SPPG lain yang telah beroperasi di wilayah Kelurahan Sukmajaya, SPPG di Jalan Tole Iskandar menunjukkan tingkat kesiapan yang lebih matang dan tertata. Saat ini, tercatat empat SPPG telah berjalan, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap perencanaan pembangunan di wilayah RW 6.

“Dari beberapa SPPG yang sudah saya kunjungi, ini termasuk yang paling rapi dan paling bersih. Untuk SPPG di Jalan Raden Saleh, insyaallah akan segera saya lakukan monitoring,” katanya.

Lebih lanjut, Mulyadi menekankan pentingnya evaluasi berkala setelah program berjalan selama tiga hingga empat bulan. Evaluasi tersebut dinilai krusial dan harus melibatkan tiga unsur utama, yakni kepala sekolah penerima manfaat, pengelola SPPG, serta pemilik atau penanggung jawab dapur.

“Saya selalu menekankan pentingnya koordinasi segitiga. Kepala sekolah, kepala SPPG, dan pemilik harus saling terkoneksi. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan SPPG benar-benar memberi manfaat nyata bagi para siswa, khususnya dalam pemenuhan gizi seimbang. Program ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Harapan pemerintah jelas, gizi anak-anak harus terpenuhi. Sistemnya sudah tertata, sekarang tinggal peningkatan kualitas, baik dari sisi kebersihan, kerapian, kecepatan layanan, maupun pengolahan gizi,” ungkap Mulyadi.

Selain itu, ia mengimbau para orang tua siswa agar menyampaikan masukan maupun keluhan melalui jalur koordinasi resmi, yakni melalui pihak sekolah, bukan langsung ke media sosial.

“Jika ada hal yang kurang berkenan, sampaikan kepada kepala sekolah. Kita sedang menjalankan program kebaikan yang diprogramkan pemerintah pusat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Mulyadi menegaskan bahwa penguatan program SPPG di Sukmajaya tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan.

Ia berharap sistem yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan melalui evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas pihak, sehingga SPPG mampu menjadi model pelayanan gizi yang berkesinambungan dalam mendukung terwujudnya generasi sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *