Hamzah: Jabatan Hanya Titipan, Reses di Azalea Bukti Nyata Perjuangan Aspirasi Warga

Hamzah: Jabatan Hanya Titipan, Reses di Azalea Bukti Nyata Perjuangan Aspirasi Warga
Anggota sekaligus Ketua Komisi B DPRD Depok yang juga sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra, H. Hamzah, saat menyampaikan paparan proses Reses Sidang I Dewan, yang berlangsung di Azalea, (30/1). (dok. Star7Tv/Roni)

DEPOK | Star7Tv – Reses Masa Sidang I Tahun 2026 digelar Ketua Komisi B DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, H. Hamzah, S.E., M.M., di Cluster Azalea, RW 06, Kelurahan Jatimulya, Jumat (30/1/2026), berlangsung dan dihadiri oleh warga sekitar komplek.

‎Sebagai informasi, berbagai hasil kerja yang telah dirasakan warga khususnya lingkungan Azalea, dipaparkan dalam forum tersebut antara lain, mulai dari renovasi Posyandu Azalea Roma yang kini lebih layak dan representatif, peningkatan jalan lingkungan (aspal-red), di RT 06 dan RT 03, hingga dukungan sarana usaha bagi kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

Pada kegiatan Reses diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan antara warga, pengurus lingkungan, dan wakil rakyat (Hamzah-red), dalam membangun wilayah.

Pada sambutannya, Hamzah menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah tujuan, melainkan amanah sementara yang harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

‎“Jabatan itu hanya titipan ya. Ketika amanah berakhir, yang akan dipertanyakan bukan lamanya menjabat, tapi apa yang sudah kita perbuat untuk rakyat,” tegas Hamzah, (30/1).

Selain itu, Ia juga memastikan seluruh aspirasi warga telah dicatat secara administratif dan akan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun saat sesi tanya jawab, suasana reses semakin hidup saat perwakilan Kelompok PEKKA Azalea memaparkan perkembangan usaha mereka. Kelompok yang beranggotakan 17 perempuan kepala keluarga tersebut telah konsisten memproduksi makanan siap santap setiap akhir pekan selama dua tahun terakhir. Namun, keterbatasan peralatan produksi dan teknologi pengemasan menjadi kendala utama, khususnya untuk memperpanjang daya tahan produk tanpa bahan pengawet.

Menjawab persoalan itu, Hamzah secara langsung menyalurkan bantuan modal usaha dari dana pribadi sebesar Rp5 juta untuk pengadaan peralatan produksi. Ia juga mendorong anggota PEKKA agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.

‎“Gunakan bantuan ini untuk berjuang dan berkreativitas. Ketika perempuan berdaya, jadi keluarga dan lingkungan ikut kuat,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada isu lokal, Hamzah juga menyoroti sejumlah program strategis Pemerintah Kota Depok, seperti pengelolaan sampah, penanganan kemacetan, hingga program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang menjadikan Depok sebagai pelopor di Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok atas dukungan terhadap pembangunan di kawasan Azalea. Menurutnya, kemajuan wilayah hanya bisa terwujud melalui kolaborasi antara warga, pengurus lingkungan, wakil rakyat, dan pemerintah kota.

‎Perlu diketahui, acara berlangsung hangat dan dialogis, mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat. Hamzah menegaskan bahwa reses harus menjadi jembatan perubahan, bukan sekadar agenda tahunan.

‎“Reses bukan mendengar aspirasi saja ya, tapi membangun fondasi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya. Apa yang kita mulai hari ini harus berdampak jangka panjangnya,” pungkasnya. (RN)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


PAGE TOP