RajaBackLink.com

Geuchik Teupin Mamplan Tebar Fitnah Awak Media, Rencana Geuchik akan Dilaporkan Ke Pihak Yang Berwajib

Geuchik Teupin Mamplan Tebar Fitnah Awak Media, Rencana Geuchik akan Dilaporkan Ke Pihak Yang Berwajib

Star 7tv Aceh  Terkait Pemberitaan Geuchik Teupin Mamplan dalam dugaan penggelapan dana Ketahanan Pangan di sejumlah media online beberapa waktu lalu tidak membuat sadar dan tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Bahkan lebih parahnya Geuchik berusaha menutup aib dan seilah tidak berdausa dengan memanfaatkan media online lain menebar isu hoaks.

Sangat susayangkan padahal media online tersebut tidak pernah melakukan investigasi kelapangan dengan mencari dan mengumpulkan informasi dari masyarakat dan terutama 27 warga penerima manfaat di Desa tersebut.

Lucunya Media online ini bertindak pasif duduk dibelakang meja dengan hanya bertemu dengan Geuchik disuatu tempat dan percaya saja dengan hanya mendengar pengakuan subjektif Geuchik.

Sudah jelas-jelas bahwa Geychik (Kepala Desa) telah mengakui didepan forum musyawarah di Balai Desa bahkan didepan Babinkamtibmas dan Babinsa setempat konon lagi Geuchik tersebut telah mengakui menggunakan dana yang bukan haknya dan meminta maaf telah menggunakan dana Ketahanan Pangan tersebut secara diam diam yang jumlahnya mencapai 40 jutaan rupiah milik 27 warga penerima manfaat.

Hasil Musyawarah terkait persoalan tersebut. Geuchik memohon dan berjanji akan mengembalikan dana milik masyarakat pada tanggal 15 Juli 2022 tapi tidak ditepati alias ingkar janji.

Terkait dengan tuduhan Geuchik terhadap awak media justru akan melahirkan masalah baru bagi Geuchik.

Bahwa awak media memang pernah berjumpa dengan Geuchik Teupin Manplam untuk konfirmasi Terkait hal itu.

Namun Geuchik memohon kepada awak media untuk tidak menayangkan berita Terkait hal tersebut.

Oleh karena ada itikat baik Geuchik dan berencana akan mengembalikan dana masyarakat pada tanggal 15 Juli 2022 ( sesuai janji Geuchik di Forum Musyawarah Desa dengan masyarakat) maka awak media bersedia untuk tidak menayangkan berita.

Saat Geuchik tidak menepati janjinya pada tanggal 15 Juli 2022 maka awak media menganggap Geuchik tidak memiliki itikat baik yang kemudian berita terkait persoalan Tersebut ditayangkan.

Berita Hoaks berbau fitnah menyudutkan awak media yang dilakukan oleh Geuchik di salah satu Media online adalah pembohongan publik sangat keji dan tak bertanggung jawab.

Awak media tidak pernah meminta Dana dan jasa apapun kepada Geuchik Teupin Manplam bahkan sebaliknya Geuchik lah yang memohon agar berita terkait dirinya jangan ditayangkan.

Bila Geuchik tidak segera meminta maaf, maka pihak awak media yang merasa dirugikan akan menindak lanjut fitnah tersebut sampai ke ranah hukum.

 





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *