RajaBackLink.com

Pegiat Budaya Faresi Alfarobi Apresiasi Tema yang Diusung Pemprov, HUT Jakarta ke Hajatan Jakarta

Pegiat Budaya Faresi Alfarobi Apresiasi Tema yang Diusung Pemprov, HUT Jakarta ke Hajatan Jakarta

 

Star7tv.com  BEDIL (Jakarta) – Rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-495 Jakarta sudah resmi dibuka Acara ulang tahun Ibu Kota ini akan digelar selama satu bulan, mulai dari 24 Mei hingga 25 Juni 2022. HUT DKI Jakarta sendiri jatuh pada hari ini 22 Juni 2022.

 

Tema yang diusung kali ini adalah Hajatan Jakarta, hal tersebut diapresiasi pemuda kelahiran Kemayoran Jakarta Faresi Alfarobi yang akrab disapah bang Fares, dirinya mengatakan tahun ini ada perbedaan dalam perayaannya, terutama dengan tema yang diusung Pemerintah Provinsi DKI.

 

“Perayaan Hut Jakarta tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini bukan HUT tapi Hajatan, tema ini sangat kental dengan budaya Betawi.”ujar Bang Fares yang juga tergabung dalam perguruan silat Betawi. Jakarta, Rabu, (22/06/).

 

Jakarta memang dikenal dengan Kota Metropolitan, walau demikian Bang Fares yang merupakan orang Betawi sangat menjunjung tinggi Seni Budaya kata Hajatan menurut bang Fares sangat kental dengan Budaya Betawi,

 

 

“Sebelumnya kan HUT Jakarta ya, tahun ini namanya diganti menjadi Hajatan, walau Jakarta ini adalah kota Metropolitan dengan hadirnya berbagai suku dan etnis, tema Hajatan ini sangat kental dengan Budaya Betawi, kita kalau ada acara-acara besar nyebutnya Hajatan.”ungkap Bang Fares yang juga aktif dibeberapa organisasi Betawi.

 

Dirinya berharap Gubernur yang akan menggantikan Anies Baswedan nantinya juga dapat memperhatikan Budaya-budaya Betawi.

 

“Saya berharap nuansa dan tema – tema seperti ini dilanjutkan oleh Gubernur selanjutnya, kalau bisa lebih baik lagi.”tuturnya.

 

Terkahir Bang Fares berpesan kepada para pemuda Jakarta untuk tetap menghormati dan menghargai budaya-budaya yang ada di Jakarta.

 

“Saat ini Kota Jakarta menjadi sentral segala hal, mulai dari pusat Pemerintahan, Bisnis hingga Budaya, Kita ingin Jakarta menjadi pusat Budaya, sehingga Kota Jakarta menjadi contoh bagaimana berbagai etnis dan suku menjalani hidup saling bersampingan, maka dari itu mari kita saling menghargai dan menghormati.”pesannya.

 

Diketahui Hari ulang tahun Jakarta sendiri mulai ditetapkan oleh pemerintah pada 1953-1958 di bawah kepemimpinan Wali Kota Jakarta, Sudiro. Penetapannya dipertimbangkan dari naskah yang berjudul “Dari Jayakarta ke Jakarta” oleh Mohammad Yamin, Dr. Sukanto, dan Sudarjo Tjokrosiswoyo

 





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *