DEPOK | Star7Tv – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, H. Hamzah, menegaskan bahwa pengembangan RSUD ASA harus berjalan seiring dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, rumah sakit daerah bukan hanya berperan sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi strategis yang mampu memperkuat perekonomian daerah melalui layanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam momen HUT ke-3 RSUD ASA yang sekaligus meresmikan Poli Spesialis Jantung dan layanan hemodialisis, Hamzah menyampaikan bahwa fasilitas baru tersebut merupakan langkah penting untuk memperbesar daya saing rumah sakit. Ia menilai, dua layanan baru itu mampu membuka peluang peningkatan PAD melalui pelayanan yang lebih lengkap, cepat, dan sesuai kebutuhan warga.
“Setiap peningkatan fasilitas dan layanan harus memberikan dampak pada kualitas kesehatan masyarakat sekaligus pada kontribusi PAD. RSUD ASA harus tumbuh menjadi rumah sakit yang tidak hanya baik dari sisi pelayanan, tetapi juga kuat dari sisi kinerja pendapatan,” ujar Hamzah usai acara peresmian, Selasa (18/11).
Hamzah menjelaskan, Komisi B DPRD Depok terus mendorong penambahan dokter spesialis, alat kesehatan modern, dan fasilitas pendukung lainnya sebagai kunci penguatan kapasitas pelayanan rumah sakit. Peningkatan sumber daya, menurutnya, akan berbanding lurus dengan meningkatnya kunjungan pasien dan pendapatan layanan.
Ia juga menyoroti kebutuhan anggaran RSUD ASA yang diperkirakan mencapai Rp30–40 miliar hingga 2026. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, serta penambahan tenaga medis, termasuk dokter spesialis. Hamzah berharap alokasi anggaran untuk RSUD ASA dapat ditingkatkan seperti RSUD KISA Sawangan yang telah berkembang dengan dukungan hingga Rp160 miliar per tahun.
“RSUD ASA ini ibarat anak berusia tiga tahun yang baru belajar berjalan. Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar rumah sakit bisa tumbuh, memberikan pelayanan berkualitas, dan berkontribusi optimal terhadap PAD Kota Depok,” tuturnya.
Hamzah menambahkan, peningkatan status rumah sakit dari tipe C menuju tipe B bahkan tipe A perlu direncanakan secara matang. Dengan fasilitas memadai dan pelayanan yang prima, RSUD ASA dapat menarik lebih banyak pasien, memperluas cakupan layanan, serta meningkatkan pendapatan daerah tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan dorongan penuh dari Komisi B, RSUD ASA diharapkan menjadi rumah sakit daerah yang mandiri secara finansial, mampu meningkatkan PAD, sekaligus tetap menjadi pusat layanan kesehatan yang ramah, responsif, dan membanggakan warga Kota Depok. (RN)












