Fraksi Gerindra Dukung MTQH XXIV dan Dorong Pembangunan Masjid Agung yang Representatif

Fraksi Gerindra Dukung MTQH XXIV dan Dorong Pembangunan Masjid Agung yang Representatif
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, saat menghadiri pembukaan MTQH XXIV yang dibuka oleh Wali kota Depok.

DEPOK | Star7Tv – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-24 tingkat Kota Depok yang digelar di Kecamatan Cipayung.

Menurutnya, kegiatan keagamaan tahunan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat citra Kota Depok sebagai kota religius sekaligus mengurangi angka buta huruf Al-Qur’an di masyarakat.

“MTQH ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan komitmen kita dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah antarumat Islam,” ujar Edi Masturo usai menghadiri pembukaan MTQH di Lapangan Sepak Bola Cipayung, Selasa (11/11/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Edi turut menyoroti rencana pembangunan Masjid Agung Kota Depok yang hingga kini belum terealisasi. Ia menilai lahan seluas 700 meter di kawasan Margonda kurang ideal dan tidak representatif untuk dijadikan ikon kota.

“Kita ini belum punya masjid yang benar-benar bisa dibanggakan. Kalau Masjid Agung hanya di atas lahan 700 meter, parkirnya saja tidak cukup. Kita ingin Masjid Agung yang representatif, dengan lahan minimal 4.000 meter,” tegasnya.

Fraksi Gerindra, lanjut Edi, mengusulkan agar lokasi pembangunan Masjid Agung dipindahkan ke kawasan sekitar Jalan Juanda, yang dinilai lebih strategis dan memungkinkan untuk pembangunan yang lebih luas serta megah.

“Kita ingin Masjid Agung ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga menjadi ikon Kota Depok. Masjid ini harus menjadi daya tarik wisata religi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi berbagai kritik terkait batalnya pembangunan masjid di Margonda, Edi menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan, melainkan ingin memastikan agar proyek tersebut benar-benar layak dan bermanfaat.

“Kami setuju dengan program pembangunan masjid, tapi lahan yang hanya 700 meter itu tidak wajar. Parkirnya saja tidak cukup, apalagi ini di pusat kota,” katanya.

Edi juga menyayangkan munculnya berbagai komentar setelah anggaran pembangunan dikembalikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Ia menyebut Fraksi Gerindra saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemprov untuk pembebasan lahan baru di kawasan Juanda atau sekitar bekas bioskop Cisalak.

“Kemarin-kemarin ke mana saja? Sekarang baru ramai berkomentar. Kami sedang menunggu proses pembebasan lahan dari Pemprov. Kemungkinan lokasinya antara bekas bioskop Cisalak atau di kawasan Juanda,” ungkapnya.

Edi berharap, dengan adanya Masjid Agung yang representatif dan megah, Kota Depok akan semakin dikenal sebagai kota religius yang modern, maju, dan berdaya saing. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *