WOM Finance Kota Serang Dituding Tidak Kooperatif dengan Media, Polemik Penarikan Kendaraan Semakin Memanas  

WOM Finance Kota Serang Dituding Tidak Kooperatif dengan Media, Polemik Penarikan Kendaraan Semakin Memanas   

Star7Tv.Com | Serang – Polemik seputar praktik penarikan kendaraan yang dilakukan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) di wilayah Kota Serang terus menjadi sorotan.

Di tengah gelombang keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan dan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Perkumpulan Pengacara Tangerang Raya Indonesia (PTBI) bersama aliansi organisasi masyarakat (ormas), pihak WOM Finance dengan tegas membantah segala tuduhan terkait tindakan penarikan kendaraan yang tidak sesuai prosedur.

Dalam pernyataan resminya, manajemen WOM Finance menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu beroperasi sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Mereka mengklaim bahwa setiap proses penarikan kendaraan telah melalui tahapan yang sesuai, termasuk pemberian surat pemberitahuan dan peringatan kepada konsumen yang bersangkutan.

“Kami sangat menghormati hak-hak konsumen dan selalu berusaha untuk mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan.

Penarikan kendaraan adalah langkah terakhir yang kami ambil, setelah berbagai upaya persuasif tidak membuahkan hasil,” ujar juru bicara WOM Finance.

Pihaknya juga menambahkan bahwa perusahaan memiliki dokumentasi lengkap terkait setiap proses penarikan kendaraan yang dilakukan, sebagai bukti bahwa semua tindakan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Namun, pernyataan tersebut tampaknya tidak sejalan dengan pengalaman yang dialami oleh sejumlah konsumen.

Beberapa di antaranya mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan atau peringatan sebelum kendaraannya ditarik paksa oleh pihak WOM Finance.

Bahkan, ada pula yang mengklaim bahwa proses penarikan dilakukan dengan cara yang intimidatif dan tidak manusiawi.

Gelombang protes terhadap WOM Finance mencapai puncaknya ketika PTBI bersama sejumlah ormas menggelar aksi unjuk rasa jilid kedua di depan kantor cabang WOM Finance Serang.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya mediasi sebelumnya yang menemui jalan buntu.

Massa aksi menuntut transparansi dan akuntabilitas dari WOM Finance terkait mekanisme penarikan kendaraan yang dinilai tidak adil dan merugikan hak-hak konsumen.

“Kami tidak akan berhenti sampai WOM Finance bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Kami akan terus berjuang untuk membela hak-hak konsumen yang telah dirugikan,” tegas seorang koordinator aksi dari PTBI Pesanggrahan Tjemande Banten Indonesia.

Di tengah situasi yang semakin memanas, awak media dari Star7tv.com berupaya untuk menjembatani kedua belah pihak dan mencari kejelasan informasi.

Namun, upaya tersebut menemui kendala yang signifikan. Pihak WOM Finance dinilai kurang kooperatif dalam memberikan keterangan dan cenderung menghindar dari konfrontasi langsung dengan media.

Bahkan, ketika seorang jurnalis Star7tv.com hendak mengisi buku tamu untuk mencatat kehadirannya di kantor WOM Finance pada tanggal 6 November 2025, permintaan tersebut ditolak oleh petugas keamanan.

Menurut petugas tersebut, tidak ada agenda kunjungan media yang tercatat pada hari itu.

Sikap tertutup dan kurang responsif dari WOM Finance ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan media.

Hal ini memicu spekulasi bahwa perusahaan tersebut sengaja menyembunyikan informasi penting terkait praktik penarikan kendaraan yang kontroversial.

Kedepannya, diharapkan pihak WOM Finance dapat membuka diri dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan konsumen, ormas, dan media.

Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan menyelesaikan konflik yang berkepanjangan ini.

Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dan melindungi hak-hak mereka sebagai konsumen.

Jurnalis : Adi kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *