Konfrontasi Memanas: PTBI dan Aliansi Ormas Siapkan Aksi ‘Geruduk’ WOM Finance Jilid II, Mediasi Gagal Total!

Konfrontasi Memanas: PTBI dan Aliansi Ormas Siapkan Aksi ‘Geruduk’ WOM Finance Jilid II, Mediasi Gagal Total!

Konfrontasi Memanas: PTBI dan Aliansi Ormas Siapkan Aksi ‘Geruduk’ WOM Finance Jilid II, Mediasi Gagal Total!

SERANG, Star7tv.com., 30, Oktober 2025. Gelombang demonstrasi yang mengguncang kantor PT WOM Finance di Serang pada Kamis (30/10) lalu ternyata baru merupakan ‘pemanasan’. Pesanggrahan Tjimade Banten Indonesia (PTBI) bersama aliansi 8 organisasi masyarakat (ormas) lainnya kini bersiap untuk melancarkan aksi ‘geruduk’ jilid II dengan skala yang jauh lebih besar. Eskalasi ini dipicu oleh kegagalan total dalam mediasi antara kedua belah pihak terkait kasus penarikan paksa mobil salah satu anggota PTBI oleh debt collector.

Aksi demonstrasi sebelumnya, yang melibatkan ratusan massa, telah menyuarakan tuntutan agar WOM Finance mengembalikan mobil yang ditarik paksa dan menghentikan praktik penggunaan jasa debt collector yang dinilai meresahkan dan melanggar hukum. Namun, mediasi yang diharapkan menjadi solusi justru berujung pada kebuntuan.

Menurut keterangan Rio PTBI, selaku koordinator aksi, pihak WOM Finance bersikeras meminta pelunasan sisa hutang sebesar Rp 44 juta sebagai syarat untuk mengembalikan mobil tersebut. Sementara itu, anggota PTBI yang menjadi korban penarikan paksa hanya mampu menawarkan pembayaran sebesar Rp 30 juta. Perbedaan angka yang cukup signifikan ini menjadi batu sandungan yang sulit diatasi.

“Ruli Rahditya sekje PTBI” mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap sikap WOM Finance yang dinilai tidak memiliki itikad baik untuk mencari solusi yang adil dan berpihak kepada masyarakat kecil. “Kami sudah berupaya untuk berdialog dan mencari jalan tengah, tetapi pihak WOM Finance tetap bersikukuh dengan pendirian mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak peduli dengan kesulitan yang dialami oleh anggota kami,” ujarnya dengan nada geram.

Menyikapi situasi yang semakin memanas, PTBI dan aliansi ormas telah menyusun strategi untuk menggelar aksi demonstrasi jilid II dengan melibatkan massa yang jauh lebih besar. Mereka juga berencana untuk melakukan aksi-aksi lain yang lebih kreatif dan efektif untuk menarik perhatian publik dan menekan WOM Finance agar memenuhi tuntutan mereka.

“Ansor Perwakilan PTBI” menegaskan bahwa PTBI dan aliansi ormas tidak akan mundur selangkah pun dalam memperjuangkan keadilan. “Kami akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Kami tidak akan membiarkan praktik penarikan paksa ini terus merajalela dan merugikan masyarakat,” tegasnya dengan semangat membara.

Aksi demonstrasi jilid II ini diperkirakan akan digelar dalam waktu dekat. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah telah meningkatkan kewaspadaan dan berupaya untuk memfasilitasi dialog antara PTBI dan WOM Finance guna mencegah terjadinya bentrokan dan menjaga ketertiban umum.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai praktik penarikan paksa yang dilakukan oleh debt collector. Banyak pihak yang menilai bahwa praktik ini melanggar hak-hak konsumen dan harus ditertibkan. Pemerintah diharapkan dapat mengambil tindakan tegas untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan ini.

Adi kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *