Proyek Puskesmas Teupah Selatan Bernilai Rp1,7 Miliar Terancam Tak Selesai Tepat Waktu, Pelayanan Kesehatan Warga Terganggu

Proyek Puskesmas Teupah Selatan Bernilai Rp1,7 Miliar Terancam Tak Selesai Tepat Waktu, Pelayanan Kesehatan Warga Terganggu

Star7tv.com – Simeulue | Proyek pembangunan tambahan ruang dan rehabilitasi UPTD Puskesmas Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025 senilai Rp1.713.000.000,00, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang seharusnya menjadi solusi peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat itu justru diduga berjalan sangat lamban dan mulai mengganggu pelayanan medis warga. Rabu, (29/10/2025).

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, hingga akhir Oktober 2025, progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Rahmad Zizi masih jauh dari kata selesai. Padahal, sesuai kontrak kerja Nomor: 400.7.1/851/dinkes/2025, proyek ini telah dimulai sejak 5 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada 17 Desember 2025. Artinya, waktu efektif pelaksanaan tinggal tersisa kurang dari dua bulan, namun perkembangan fisik di lapangan belum juga mencapai separuh.

Ironisnya, sumber di lapangan menyebutkan, pekerjaan sempat terhenti hampir 20 hari pada awal pelaksanaan proyek akibat kurangnya pasokan material dan cuaca membuat aktivitas pekerja sempat lumpuh total, sementara waktu terus berjalan.

Kini, sejumlah bagian bangunan lama masih dalam tahap pembongkaran dan pemasangan rangka bagian atas. Sementara struktur baru sebagian besar baru berupa tiang dan pondasi. Aktivitas pekerja di lokasi juga tampak minim, dan material bangunan berserakan tanpa tanda-tanda percepatan. Situasi ini menimbulkan kesan proyek dijalankan tanpa manajemen kerja yang jelas.

Akibat keterlambatan itu, pelayanan kesehatan di Puskesmas Teupah Selatan kini terganggu parah. Kegiatan medis dan administrasi sementara dipusatkan di ruangan gedung lama yang sempit, tumpang tindih, dan jauh dari layak. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan dan warga harus menunggu lebih lama untuk mendapat layanan.

“Ruangan sangat terbatas, pelayanan dan penyimpanan alat kesehatan semua bertumpuk. Kami berharap pembangunan ini segera diselesaikan karena kebutuhan pelayanan masyarakat yang sangat mendesak dan tidak kenal waktu,” jelas Indra Budi, Kepala Puskesmas Teupah Selatan. Selasa, (28/10/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, dr. Armidin, M.K.M, saat dikonfirmasi menegaskan akan segera memanggil pihak pelaksana dan pengawas proyek untuk meminta klarifikasi serta mencari langkah percepatan.

“Akan kami dudukkan segera antara pelaksana, konsultan pengawas, dan tim teknis. Insyaallah kita akan ambil langkah-langkah penting untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai ketentuan,”tegas dr. Armidin, Selasa (28/10/2025).

Sementara itu, warga sekitar mulai mempertanyakan alasan lambannya pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Mereka juga menyoroti minimnya tenaga kerja

“Kami heran, uang muka proyek itu kan besar, tapi kenapa pekerjaan seperti berhenti-berhenti. Dikemanakan anggaran proyek yang sudah dicairkan oleh pemerintah kepada kontraktor proyek ini, apakah digunakan ketempat lain sehingga pembangunan proyek vital masyarakat menjadi terlantar dan tertatih-tatih seperti saat ini,”ungkap warga Kecamatan Teupah Selatan dengan nada kecewa.

Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah turun langsung meninjau proyek tersebut dan memastikan transparansi penggunaan dana publik yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu. Mereka khawatir proyek ini akan gagal selesai tepat waktu, sehingga merugikan keuangan daerah sekaligus mengorbankan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak.

Jika proyek ini tidak segera dipercepat, bukan hanya pelayanan kesehatan masyarakat yang terganggu, tetapi juga menjadi preseden buruk bagi pengelolaan anggaran publik di sektor kesehatan.

Saat ditemui di lapangan (29/10) bersama tim PPTK dari Dinas Kesehatan Simeulue, pihak kontraktor mengakui adanya keterlambatan pekerjaan yang disebabkan oleh kendala pasokan material serta faktor cuaca hujan yang menghambat aktivitas para pekerja. Meski demikian, Farhan selaku kontraktor pelaksana menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. (BS).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *