DEPOK | Star7Tv — Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025, Wali Kota Depok Supian Suri menekankan pentingnya peran pesantren dan pendidikan anak istimewa sebagai landasan pembentukan generasi unggul dan berakhlak mulia.
Upacara peringatan yang diadakan di Balai Kota Depok pada Rabu (22/10) berlangsung penuh nuansa kebersamaan. Pada acara tersebut, Wali kota Depok, Supian Suri menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di kalangan santri dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita diberi kesempatan untuk kembali memperingati Hari Santri. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk meneladani perjuangan para Kyai dan ulama yang mengajarkan Islam rahmatan lil alamin,” ujar Supian, di depan ASN dan tamu undangan.
Supian juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menyiapkan 13 rangkaian kegiatan, termasuk ziarah ke makam sesepuh di 44 lokasi, lomba kaligrafi, diskusi keagamaan, dan tabligh akbar pada 24–25 Oktober 2025.
Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kedisiplinan santri.
“Pesantren mengajarkan anak-anak untuk hidup bersama, saling menghormati, dan berdisiplin. Keberkahan Kyai jauh lebih berarti daripada sekadar kemampuan mengaji,” katanya mengenang masa mondoknya semasa SMA.
Wali Kota Depok itu juga memaparkan berbagai program nyata Pemkot Depok untuk mendukung para santri dan masyarakat, seperti makanan bergizi gratis di pondok pesantren, pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas, serta Rintisan Sekolah Swasta Gratis untuk jenjang SMP dan Tsanawiyah.
“Kami ingin semua anak Depok bisa belajar di sekolah berkualitas tanpa terkendala biaya. Karena itu, Pemkot bekerja sama dengan universitas negeri untuk memantau mutu dan kurikulum,” jelas Supian.
Selain pendidikan formal, Pemkot Depok juga memperkuat inklusi melalui Rumah Kreatif Anak Istimewa, tempat anak-anak disabilitas belajar membaca Al-Qur’an braille, bahasa isyarat, melukis, menari, dan berbagai keterampilan lainnya sesuai minat.
“Mereka juga bagian dari masa depan Depok. Kita ingin setiap anak istimewa punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarya,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Supian Suri menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Kyai, guru, dan masyarakat yang terus mengabdi dalam dunia pendidikan santri.
“Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan dan menjadi langkah nyata menuju Depok maju, Jawa Barat istimewa, dan Indonesia emas 2045,” tutupnya. (RN)












