Petani di Desa Manjalling Sulit Raup Untung, Biaya Produksi Seimbang dengan Hasil Panen
Gowa, Star7 Tv- 22 September 2025 – Petani di Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengaku kerap kesulitan memperoleh keuntungan dari hasil panen padi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Desa Manjalling, H. Mustari, yang menyebutkan bahwa biaya produksi yang tinggi membuat hasil yang diperoleh petani hampir seimbang dengan modal yang dikeluarkan.
Menurutnya, rendahnya kualitas gabah di musim kemarau membuat harga jual semakin jatuh. “Kadang-kadang penghasilan petani kasihan juga, hampir-hampir seimbang dengan biaya kerjanya. Karena kualitas gabah rendah, harga pun rendah, hanya sekitar Rp1.500 per kilogram. Kalau kualitas bagus bisa sampai Rp5.000, tapi itu jarang terjadi,” ujarnya.
Biaya yang harus ditanggung petani mencakup sewa traktor, pembelian pupuk, obat-obatan, hingga penggunaan pompa air. Bahkan, untuk satu petak sawah, petani membutuhkan hingga 60 tabung gas selama tiga bulan masa tanam. “Kalau dihitung, modalnya sangat besar. Jadi hasil panen kebanyakan hanya untuk kebutuhan makan sehari-hari, bukan untuk dijadikan penghasilan lebih,” tambahnya. yang mana jumlah penduduk kurang lebih 4000 orang dari 4 dusun dengan 3000 lebih wajib pilih.
Selain masalah biaya, petani juga kerap menghadapi serangan hama seperti wereng, tikus, dan hama putih yang menyerang menjelang panen. Kondisi ini semakin memperparah kerugian yang dialami petani.
Tak hanya sektor pertanian, Desa Manjalling juga masih menghadapi kendala dalam pemenuhan target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). H. Mustari menyebutkan, baru sekitar 50 persen realisasi pajak yang tercapai, dan sisanya masih menunggu pemasukan dari kepala dusun yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.
“Desa Manjalling masih dianggap terbelakang dalam masalah pajak karena belum mencapai target. Masyarakat kita kasihan juga, kadang mereka terhambat karena beban sosial, misalnya harus memenuhi undangan atau hajatan, sehingga pembayaran pajaknya tertunda,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa di sektor pendidikan dan kesehatan, masyarakat sudah terbantu dengan layanan gratis dari pemerintah. Hal ini sedikit meringankan beban warga di tengah tekanan ekonomi akibat rendahnya penghasilan dari pertanian.
H. Mustari berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih, baik dengan menampung gabah petani melalui Bulog dengan harga standar, maupun memberikan solusi keringanan pajak agar masyarakat tidak semakin terbebani.
Reporter”,(Kul indah)
