Ketua JWI & AWNI Aceh Timur Minta Gubernur Aceh Sediakan Dana Abadi Rp1 Triliun untuk Penguatan Media dan Rumah Layak Huni Jurnalis Korban Konflik

Ketua JWI & AWNI Aceh Timur Minta Gubernur Aceh Sediakan Dana Abadi Rp1 Triliun untuk Penguatan Media dan Rumah Layak Huni Jurnalis Korban Konflik
Oplus_131072

STAR7TV.COM ACEH | Aceh Timur – Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) sekaligus Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Aceh Timur, Hendrika Saputra A.Md, mendesak Gubernur Aceh agar menyediakan anggaran khusus sebesar Rp1 triliun untuk memperkuat keberlangsungan media lokal, meningkatkan kompetensi wartawan, serta menjamin perlindungan keselamatan kerja jurnalis di seluruh Aceh.

Hendrika menegaskan bahwa peran jurnalis sangat vital dalam menjaga transparansi, mengawal demokrasi, serta memonitor jalannya pembangunan di Aceh. Ia menilai pemerintah perlu hadir secara lebih serius dalam mendukung kehidupan pers, terutama media-media lokal yang selama ini beroperasi dalam keterbatasan.

> “Kami meminta kepada Gubernur Aceh agar menyiapkan dukungan anggaran dan program khusus untuk rekan-rekan media. Jurnalis selama ini berada di garis depan dalam menyampaikan informasi dan mengawasi pemerintahan. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang layak,” ujar Hendrika.

Menurutnya, banyak media lokal yang masih bekerja dengan peralatan minim, akses teknologi terbatas, dan kesejahteraan wartawan yang belum memadai.

> “Media adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya dukungan anggaran ini, profesionalitas, kualitas pemberitaan, dan fungsi kontrol publik akan semakin kuat,” tegasnya.

Usulkan Dana Abadi dan Bantuan Rumah Layak Huni

Selain anggaran reguler Rp1 triliun, Hendrika juga mengusulkan pembentukan dana abadi (endowment fund) khusus untuk pengembangan pers Aceh. Ia menilai dana tersebut penting guna menjamin keberlanjutan media dan pembinaan jurnalis secara jangka panjang.

Ia sekaligus meminta pemerintah menghadirkan program rumah layak huni bagi jurnalis korban konflik Aceh, yang hingga kini masih hidup dalam kondisi serba terbatas pasca kehilangan rumah atau harta benda di masa konflik.

> “Ada rekan-rekan jurnalis yang menjadi korban konflik dan sampai hari ini hidup dalam keterbatasan. Pemerintah Aceh harus hadir memberikan solusi, termasuk melalui bantuan rumah layak huni,” ungkapnya.

Nazar: Akan Bangun Apartemen untuk Kombatan GAM dan Jurnalis Aceh dan Rakyat Aceh yang masih tingal dirumah tidak layak huni

Dalam kesempatan yang sama, Nazar, salah seorang tokoh pemuda Aceh dan rekan jurnalis turut menyampaikan gagasan agar pemerintah memberikan kewenangan bagi putra daerah untuk mengelola tambang emas di Aceh. Dengan hasil tersebut, ia berjanji akan membangun apartemen untuk masyarakat Aceh, kombatan GAM, serta para jurnalis sebagai bentuk tanggung jawab moral pascaperdamaian.

“Jangan Hanya Pejabat Menikmati Kekayaan Aceh”

Ketua JWI dan AWNI Aceh Timur itu menegaskan bahwa perdamaian Aceh harus dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elit atau pejabat.

> “Jangan sampai rakyat tidak bisa merasakan hasil perdamaian Aceh. Jangan hanya pejabat yang menikmati kekayaan Aceh ini. Jurnalis, kombatan, dan masyarakat kecil juga harus merasakan kesejahteraan dari kekayaan alam Aceh,” tegasnya.

Hendrika berharap Gubernur Aceh membuka lembaran baru dalam hubungan pemerintah dan insan pers dengan menghadirkan kebijakan yang konkret, berkeadilan, dan berkelanjutan.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *