Wakil Wali Kota Depok Resmikan Layanan Baru di RS ASA, Ini Kesannya!

Wakil Wali Kota Depok Resmikan Layanan Baru di RS ASA, Ini Kesannya!
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menghadiri launching tiga layanan terbaru di RS ASA, Selasa, (18/11). (dok. Star7Tv/foto, Roni)

DEPOK | Star7Tv – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menghadiri launching tiga layanan terbaru di RS ASA antara lain, Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), layanan Hemodialisa, dan layanan Vaksin Internasional. Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun ke-3 bagi RS ASA dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi rumah sakit tersebut bagi masyarakat Kota Depok.

“Selamat ulang tahun yang ketiga untuk RS ASA. Kehadiran rumah sakit ini adalah aset berharga bagi Kota Depok dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang maju, responsif, inklusif, dan merata,” ujar Chandra, saat ditemui usai hadirin acara di aula lantai 6 RS ASA, Tapos, Selasa, (18/12).

Tak hanya itu, Ia mengaku terkesan melihat langsung kondisi fasilitas di rumah sakit tersebut, terutama ruang perawatan kelas 3 yang dinilainya sangat bersih dan nyaman. Menurutnya, RS ASA menunjukkan standar pelayanan yang memanusiakan pasien.

“Saya tadi juga berbicara langsung dengan pasien. Mereka merasa pelayanan di sini cepat, ramah, dan memberikan kenyamanan selama proses perawatan,” tambahnya.

Wakil Wali kota saat observasi di ruang, Bank Darah Rumah Sakit RS ASA. (dok. Star7Tv/foto, Roni)
Wakil Wali kota saat observasi di ruang, Bank Darah Rumah Sakit RS ASA. (dok. Star7Tv/foto, Roni)

Sebagai informasi, adapun tiga Layanan Baru Diresmikan
Dalam kunjungan tersebut, Chandra meresmikan tiga layanan penting:
-Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
-Layanan Hemodialisa (cuci darah)
-Layanan Vaksin Internasional

Selain itu, pihak RS ASA juga sedang mengkaji rencana pembukaan layanan poli gantung di masa mendatang.
Mengenai upaya kerjasama dengan pihak pemerintah, Chandra mendorong RS ASA untuk meningkatkan kolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Depok, termasuk dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang merupakan satu-satunya RS tipe A di Depok.

“Saya sudah meminta agar kolaborasi dilakukan secara intensif, terutama terkait program residen dan penguatan pelayanan kesehatan lintas fasilitas,” tegasnya.

Sementara, perhatian pada penanganan TBC dan Hipertensi, Chandra juga menyinggung tantangan kesehatan yang tengah menjadi prioritas nasional, yaitu penanganan Tuberkulosis (TBC) dan hipertensi. Ia menekankan perlunya sinergi antara RSUD, rumah sakit swasta, serta fasilitas kesehatan lainnya untuk meningkatkan cakupan layanan.

“Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada penanganan TBC. Di Depok, pencapaiannya baru 27,5%, sementara potensi kasus sebesar 21,7%. Kami bertekad untuk memperkuat deteksi dini dan memperluas layanan secara lebih agresif,” jelasnya.

Terkait kekurangan Dokter Spesialis, dengan cermat ia menanggapi isu minimnya dokter spesialis di beberapa fasilitas kesehatan, Chandra menyatakan bahwa evaluasi sedang dilakukan.

“Data lengkapnya belum masuk ke saya, tapi kami akan mengevaluasi jumlah kebutuhan dokter spesialis. Jika memang kurang, akan segera direncanakan pemenuhannya agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ungkapnya.

Chandra menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan layanan kesehatan di Kota Depok dapat diakses seluruh masyarakat dengan kualitas terbaik. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *