DEPOK | Star7Tv — Tokoh pendidikan Kota Depok, H. Acep Azhari, yang akrab disapa Jiacep, menyambut positif kebijakan nasional yang akan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD dan SMP mulai tahun ajaran 2027/2028.
Menurut Jiacep, kebijakan ini adalah momentum penting bagi sekolah-sekolah di Depok untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di level global.
“Langkah ini sejalan dengan tuntutan zaman. Tapi kita juga harus realistis, karena masih ada kesenjangan kemampuan guru dan fasilitas antar sekolah, terutama di tingkat SD,” ujar Jiacep, dikutip Sketsa, Senin (13/10).
Terkait langkah selaras perkembangan zaman, dalam mengeluarkan kebijakan, Jiacep juga menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia, khususnya para guru, menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan tersebut.
“Kuncinya ada di guru. Kalau gurunya percaya diri dan nyaman, siswa pasti menikmati proses belajar. Maka dari itu, perlu ada pelatihan intensif, kurikulum transisi, serta kolaborasi dengan lembaga bahasa profesional,” jelasnya.
Jiacep mengimbau, ajakan bahasa Inggris dengan hati gembira dan berakar budaya, Ia juga menyoroti konsep pembelajaran mindful, joyful, and meaningful yang diusung Kementerian pendidikan. Menurutnya, pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat Depok yang multikultural dan kaya nilai lokal.
“Bahasa Inggris harus diajarkan dengan hati yang gembira, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri Betawi dan Sunda yang jadi kekuatan lokal,” tuturnya.
Ia menambahkan, kemampuan berbahasa asing tidak boleh membuat siswa kehilangan akar budayanya. Sebaliknya, keseimbangan antara literasi global dan budaya lokal justru akan membentuk pribadi yang modern sekaligus berkarakter.
“Anak Depok bisa fasih Bahasa Inggris tapi tetap bangga menyanyikan lagu Betawi. Modern tapi tetap punya karakter,” ujarnya dengan semangat.
Tokoh pendidikan kota Depok, Jiacep berharap, dalam mendorong Program “English for Educators”, selain langkah nyata, Jiacep mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kota Depok mencanangkan program “English for Educators”, pelatihan berjenjang bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkuat metode pengajaran yang adaptif.
“Guru perlu ruang belajar yang berkelanjutan. Kalau gurunya siap, sekolah otomatis naik kelas,” tegasnya.
Tak hanya itu, Depok siap bersaing di kancah global, Jiacep meyakini, dengan persiapan matang, kebijakan wajib Bahasa Inggris ini akan memberi dampak besar bagi masa depan pendidikan di Depok.
“Kebijakan ini akan memperkuat daya saing lulusan Depok, bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” katanya.
Menutup pesannya, Jiacep mengajak para guru dan kepala sekolah untuk melihat kebijakan ini sebagai peluang, bukan beban.
“Jadikan ini sebagai kesempatan untuk tumbuh. Ini waktunya sekolah-sekolah di Depok naik kelas,” pungkasnya. (RN)












