JAKARTA | Star7Tv – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi besar terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan penataan ulang dapur pemenuhan gizi atau SPPG menjadi prioritas karena banyak yang melampaui kapasitas ideal.
“Sekarang kami sedang mengatur ulang ratusan SPPG yang melayani lebih dari 4.000, bahkan ada yang sampai 5.000 penerima manfaat. Padahal batas atasnya jelas,” kata Dadan, dikutip IDNT Selasa (16/9/2025).
Selain soal kapasitas dapur, BGN juga menghadapi kendala penyediaan food tray. Dari kebutuhan 11,6 juta unit, realisasi baru tercapai pada Agustus 2025. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya menyoroti rendahnya serapan anggaran BGN akibat keterlambatan ini.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto juga menjadi perhatian utama. Prabowo menekankan agar setiap anak penerima manfaat MBG mendapat satu butir telur utuh, bukan olahan campuran.
“Saya ingin semua anak Indonesia bisa konsumsi telur minimal satu butir per hari,” ujar Prabowo, di Hambalang, awal September lalu.
BGN menegaskan akan menyesuaikan standar menu sesuai arahan Presiden sekaligus meningkatkan variasi makanan agar kualitas gizi tetap terjaga. (RN)












