Ketua Fraksi Gerindra, Edi Masturo: Pemkot Depok Bakal Tinggikan Jembatan Jago Cipayung

Ketua Fraksi Gerindra, Edi Masturo: Pemkot Depok Bakal Tinggikan Jembatan Jago Cipayung
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Depok, Edi Masturo, saat lari pagi sekaligus kunjungi lokasi kali Pesanggrahan, untuk melakukan pengawasan pekerjaan normalisasi kali. (dok. Star7Tv/foto edit, Roni)

DEPOK | Star7Tv – Kabar baik datang bagi warga Cipayung dan Pasir Putih, Kota Depok. Saat ini Pemerintah Kota Depok tengah melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan, sekaligus akan melakukan penataan Jembatan Jago di wilayah Cipayung sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Edi Masturo, menyampaikan kabar baik ini serta apresiasi kepada Wali Kota Depok, Supian Suri, yang dinilai cepat merespons keluhan warga terkait banjir akibat tumpukan sampah di aliran Kali Pesanggrahan.

Saat melakukan pengawasan ke lokasi, Edi mengatakan langkah Pemerintah Kota Depok menjadi harapan baru bagi masyarakat sekitar yang selama ini terdampak luapan air ketika hujan deras turun.

Menurut Edi, warga yang tinggal di sekitar lokasi sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan keberadaan jembatan. Namun setelah Wali Kota Depok turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat, Pemkot Depok berinisiatif melakukan renovasi serta peninggian jembatan sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Jembatan akan ditinggikan, kita renovasi jembatannya,” ujar Edi Masturo, Sabtu, (26/5).

Selain pengerjaan normalisasi yang sedang berjalan, Edi juga mengungkapkan bahwa Kali Pesanggrahan akan direvitalisasi pada tahun ini dengan dukungan anggaran yang cukup.

Revitalisasi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, memperlancar aliran air, sekaligus menciptakan lingkungan sungai yang lebih bersih, aman, dan tertata bagi masyarakat Cipayung.

Program penataan Kali Pesanggrahan dan Jembatan Jago ini pun disambut positif warga karena dinilai menjadi solusi nyata terhadap persoalan lingkungan yang telah lama terjadi di kawasan tersebut. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *