Legislator PKB Siswanto: Warga Keluhkan Retribusi Sampah dan Drainase Lingkungan

Legislator PKB Siswanto: Warga Keluhkan Retribusi Sampah dan Drainase Lingkungan
Ketua Fraksi PKB DPRD Depok, Siswanto, saat penyampaian di Reses sidang II, Jumat, (8/5).

DEPOK | Star7Tv – Kegiatan reses Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, di lingkungan Pesantren Al Falah, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, mendengar langsung keluhan warga, pada, Jumat (8/5/2026).

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari persoalan retribusi sampah hingga kondisi drainase lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok.

Kalangan ibu-ibu terlihat paling aktif menyampaikan keluhan, terutama terkait pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal meski masyarakat tetap membayar retribusi setiap bulan.

Warga menilai besaran retribusi sampah saat ini cukup memberatkan apabila tidak dibarengi pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah yang maksimal. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan tertata.

Menanggapi aspirasi tersebut, Siswanto mengatakan persoalan sampah menjadi isu penting yang harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, masyarakat mulai menunjukkan rasa kecewa terhadap kondisi pengelolaan sampah di Kota Depok.

“Ini menjadi aspirasi penting yang harus disampaikan kepada pemerintah kota. Masyarakat mulai merasa kecewa karena pengelolaan sampah dinilai belum maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

Menurutnya, besaran retribusi sampah sebesar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu masih tergolong wajar apabila melihat kompleksitas pengelolaan sampah saat ini. Namun, di sisi lain, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dinilai masih rendah.

“Kalau masyarakat ingin retribusi sampah diturunkan, maka kedisiplinan dalam memilah sampah juga harus meningkat. Harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban,” katanya.

Ia menegaskan pemilahan sampah organik dan sampah bernilai ekonomis menjadi salah satu solusi penting dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Depok. Karena itu, keberadaan bank sampah di lingkungan masyarakat dinilai perlu kembali diperkuat.

Menurut Siswanto, ke depan bukan tidak mungkin masyarakat yang disiplin menyetorkan sampah terpilah dapat memperoleh insentif atau keringanan retribusi sampah.

“Ini bisa menjadi bagian dari upaya mendidik masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” tambahnya.

Selain persoalan sampah, para Ketua RT dan RW di Kelurahan Ratu Jaya juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi drainase lingkungan yang dinilai perlu segera diperbaiki.

Warga khawatir buruknya saluran air dapat memicu banjir di kemudian hari apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Menanggapi hal itu, Siswanto memastikan persoalan drainase menjadi catatan penting dalam agenda resesnya kali ini.

“Perbaikan drainase masih membutuhkan perhatian lebih besar agar masyarakat merasa aman dan wilayahnya terbebas dari potensi banjir,” tuturnya.

Ia menambahkan, persoalan sampah dan drainase merupakan dua isu lingkungan yang saling berkaitan dan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelesaiannya.

“Kalau masyarakat dan pemerintah sama-sama disiplin dan peduli, saya yakin persoalan ini bisa perlahan diselesaikan,” tutupnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *