Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Pastikan Mobilitas dan Air Bersih Terjaga

Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Pastikan Mobilitas dan Air Bersih Terjaga

Jakarta, 29 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan logistik.

Berdasarkan laporan, per 27 November 2025,
tercatat 20 titik longsor pada 8 ruas jalan nasional, 14 titik banjir pada 10
ruas jalan nasional, serta 4 titik pohon tumbang pada 2 ruas jalan nasional.
Dampak ini meluas di 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Solok, Solok Selatan,
Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta Kota
Solok, Pariaman, Padang Panjang, dan Padang.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa
keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan
darurat di lapangan. Kementerian PU pun telah berkolaborasi erat dengan
pemerintah daerah serta TNI/Polri agar tidak ada wilayah yang terisolasi.

“Sejak hari pertama, seluruh jajaran
Kementerian PU bergerak cepat untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak
terganggu. Penanganan darurat kami lakukan bersama pemerintah daerah,
TNI/Polri, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan penanganan darurat ini,
Kementerian PU berharap tidak ada kawasan yang terisolasi akibat bencana,” ujar
Menteri Dody.

Penanganan bencana dan kerusakan
infrastruktur terdampak bencana telah menyita perhatian Presiden Prabowo
Subianto. Presiden
pun memerintahkan percepatan pengiriman bantuan untuk tiga provinsi terdampak
di Sumatera. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan
diberangkatkan menggunakan 4 unit pesawat pada Jumat (28/11/2025). Sekretaris
Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penanganan telah dikoordinasikan
sejak hari pertama bencana.

“Sejak 25 November, Bapak Presiden langsung
menginstruksikan penanganan terpadu kepada Menko PMK, dan hingga hari ini
bantuan terus bergerak ke titik-titik terdampak. Pemerintah memastikan seluruh
bantuan dapat menjangkau wilayah terdalam dan memenuhi kebutuhan mendesak
masyarakat,” jelas Teddy.

Terkait kondisi infrastruktur jalan, saat ini
hampir seluruh ruas jalan nasional yang terdampak sudah dapat dilalui
kendaraan. Namun, pengecualian terjadi pada Ruas Padang – Bukittinggi – Batas
Kota Padang Panjang yang masih tertutup akibat adanya dua titik longsor baru.

Pembersihan material di lokasi tersebut untuk
sementara dihentikan mengingat curah hujan yang masih tinggi demi keselamatan
petugas. Meski demikian, Kementerian PU telah menyiagakan 2 unit wheel
loader
 dan 1 unit excavator di lokasi, dan pekerjaan
akan segera dilanjutkan begitu cuaca memungkinkan.

“Kementerian PU juga mengirimkan alat berat
tambahan untuk mengangkat sedimen dan mempercepat pembukaan akses,” tambah
Menteri Dody.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional
(BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menambahkan bahwa tim lapangan dalam
kondisi siaga penuh.

“Setiap laporan kerusakan langsung kami
tindaklanjuti. Seluruh titik banjir, pohon tumbang, dan longsor telah kami
tangani, meski beberapa lokasi membutuhkan upaya ekstra karena intensitas hujan
yang tinggi. Kementerian PU juga memastikan patroli jalan nasional diperketat
selama periode cuaca ekstrem,” tegas Elsa.

Penanganan Sumber Daya Air dan Sanitasi

Selain pemulihan akses jalan, Kementerian PU
melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang juga fokus pada penanganan
aliran sungai, erosi tebing, dan limpasan air. Kepala BWS Sumatera V Padang,
Naryo Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembukaan akses jalan
sekaligus pembersihan saluran primer irigasi Batang Anai.

“Tim kami memantau titik rawan di sepanjang
Daerah Aliran Sungai (DAS) dan memastikan aliran air kembali normal dengan
mengerahkan sumber daya personel, alat berat, dan bahan banjiran. Selanjutnya,
pengamanan darurat kami lakukan dengan perkuatan bronjong, dan geobag untuk
mencegah longsor lanjutan serta pembersihan saluran untuk memastikan layanan
irigasi tetap berjalan secara memadai,” jelas Naryo.

Sementara itu, untuk kebutuhan dasar
pengungsi, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan,
Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat telah memobilisasi bantuan air
bersih dan sanitasi.

Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa,
memaparkan bahwa personel dan peralatan telah diterjunkan ke lokasi-lokasi
krusial.

“Untuk penyediaan air bersih, kami menurunkan
Hidran Umum (HU) dan mobil tangki air ke posko bencana di kecamatan terdampak. Kami juga mengirim unit ke area terdampak
seperti Perumahan Lumin Park Kelurahan Lubuk Minturun dan permukiman terdampak
di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Assessment sanitasi lingkungan juga dilakukan
untuk menjaga keamanan warga,” ungkap Maria.

Kementerian PU berkomitmen melanjutkan
penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat ini secara terintegrasi dan
berkelanjutan. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPBD, dan
BNPB terus ditingkatkan untuk memastikan seluruh upaya penanganan darurat
berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di Vritimes