KAI Raih Dua Ajang Penghargaan Bergengsi: Penguatan ESG dan Transformasi Layanan Hadirkan Dampak Nyata untuk Indonesia

KAI Raih Dua Ajang Penghargaan Bergengsi: Penguatan ESG dan Transformasi Layanan Hadirkan Dampak Nyata untuk Indonesia

PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menegaskan posisinya sebagai BUMN transportasi yang konsisten melakukan transformasi berkelanjutan. Tidak hanya sukses memperkuat fondasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), KAI juga meraih pengakuan internasional atas kualitas layanan publiknya. Dua ajang penghargaan bergengsi di tingkat nasional dan global berhasil diraih pada 28 November 2025, sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pelayanan publik modern, transformasi digital, dan akselerasi keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

KAI meraih lima penghargaan pada ESG Initiative Awards 2025 di Jakarta, yaitu Best Employee Wellbeing & Development Strategy Gold, Best Energy Transition Program Gold, Best ESG Women Leader Gold, Best CEO for ESG Initiatives Gold, dan Best ESG Reporting & Transparency Silver. Pada hari yang sama, KAI juga meraih predikat Platinum dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 di Bali.

EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi transformasi yang dilakukan secara sistematis.

“ESG bukan hanya konsep, tetapi fondasi operasional kami. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap seluruh Insan KAI yang terus menjaga standar keberlanjutan dan memastikan transformasi berjalan nyata di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko KAI Wilman Sidjabat menerima predikat Platinum ASRRAT 2025 sebagai wujud pengakuan terhadap pelaporan keberlanjutan KAI yang komprehensif dan sejalan dengan standar global.

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menjelaskan bahwa transformasi keberlanjutan KAI selalu bergerak paralel dengan peningkatan kualitas layanan pelanggan yang semakin digital dan adaptif. Hingga Oktober 2025, aplikasi Access by KAI mencatat 21.491.895 transaksi atau 72,07% dari total penjualan tiket.

“Setiap fitur baru kami hadirkan berdasarkan masukan pelanggan dan mengutamakan kemudahan perjalanan,” ujar Anne. Fitur-fitur tersebut antara lain face recognition boarding di 22 stasiun, layanan integrasi antarmoda, pemesanan hotel, E-Porter, hingga estimasi jejak karbon yang agar sesuai arah pembangunan nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Seluruh penguatan layanan ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital, efisiensi pelayanan publik, dan pengembangan ekosistem transportasi yang ramah lingkungan.

Pada saat yang sama, KAI juga meraih pencapaian internasional melalui delapan medali emas pada Contact Center World Global 2025. Prestasi tersebut diraih pada kategori Best Practices yang melibatkan kemampuan pelayanan langsung, pengelolaan loyalitas pelanggan, efektivitas media sosial, hingga performa Contact Center KAI121 sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Anne menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa transformasi layanan KAI tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi terasa langsung dampaknya bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pelayanan modern yang benar-benar memudahkan pelanggan. Konsistensi memperbaiki kanal digital, meningkatkan kualitas interaksi, dan menumbuhkan budaya melayani adalah dasar mengapa KAI mampu bersaing secara global,” tutup Anne.

Dengan dua capaian besar ini, KAI semakin mantap melangkah sebagai perusahaan transportasi nasional yang mendukung penuh agenda pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, dan peningkatan kualitas pelayanan publik menuju Indonesia yang maju, terhubung, dan kompetitif di tingkat dunia.

Artikel ini juga tayang di Vritimes