Hamzah Resmikan SPPG II Cimpaeun Sebagai Dapur Percontohan Depok

Hamzah Resmikan SPPG II Cimpaeun Sebagai Dapur Percontohan Depok
Anggota DPRD sekaligus Ketua Komisi B, H. Hamzah, saat gunting pita yang menandakan SPPG Cimpaeun resmi beroperasi. (dok. Star7Tv/foto, Roni)

DEPOK | Star7Tv – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, mendorong penguatan layanan gizi terpadu melalui beroperasinya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. Fasilitas ini kini menjadi pusat pemenuhan gizi bagi anak-anak dan diharapkan menjadi percontohan SPPG di Kota Depok.

Sebagai informasi, peresmian SPPG Cimpaeun dihadiri jajaran kecamatan, kelurahan, pengelola SPPG, unsur kepolisian, serta tokoh masyarakat yang antusias menyambut hadirnya layanan gizi berbasis komunitas tersebut.

Adapun langkah strategis untuk generasi muda, dengan cermat Hamzah menegaskan bahwa SPPG adalah program strategis dalam memperkuat kualitas gizi anak, mulai dari PAUD hingga SMA yang menjadi penentu kemajuan Kota Depok di masa depan.
“Pemenuhan gizi ini bukan pekerjaan biasa. Ini adalah tanggung jawab kita untuk memastikan anak-anak mendapat asupan yang layak,” ujarnya, saat penyampaian di peresmian SPPG II.

Tak hanya itu, Ia menekankan bahwa gizi merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia, sehingga layanan seperti SPPG harus dijalankan secara konsisten dan terukur.
Mengenai apresiasi pengelola dan keterlibatan warga, Hamzah juga mengapresiasi keterlibatan Ketua SPPG Tapos, Robby, bersama para pekerja lokal yang dinilai mampu memperkuat rasa tanggung jawab warga terhadap kesehatan anak di wilayahnya.

Menurutnya, SPPG merupakan jawaban atas kebutuhan pangan sehat yang mudah diakses masyarakat dan dapat dipantau pemerintah secara berkala.
Terkait fokus kebersihan dan kepatuhan SOP, kepada para pengelola, Hamzah menyampaikan dua arahan utama yang harus diterapkan tanpa kompromi, Kebersihan dapur harus menjadi prioritas karena makanan dikonsumsi langsung oleh anak-anak.

Seluruh proses pengolahan dan distribusi harus mematuhi SOP agar kualitas gizi tetap terjaga. “Kebersihan tidak boleh dinegosiasikan. Ikuti SOP secara konsisten karena setiap detailnya menentukan,” tegasnya.

Harapan SPPG Jadi percontohan
Hamzah berharap SPPG Cimpaeun dapat menjadi model layanan yang profesional, bersih, dan rapi, sekaligus memperkuat jaringan SPPG di Kota Depok yang kini jumlahnya terus bertambah.

Ia menutup dengan pesan agar para pengelola bekerja sepenuh hati sebagai bentuk kontribusi bagi generasi emas Depok. “Fondasi generasi emas itu dimulai dari dapur seperti ini. Teruslah bekerja dengan hati,” pungkasnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *