DEPOK | Star7Tv – Proses pembebasan lahan untuk akses jalan menuju rencana pembangunan SMP Negeri 35 Depok masih menyisakan tanda tanya bagi warga. Ketua RT 05/02 Kelurahan Curug, Ade Sumarna, mengungkapkan bahwa warganya hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait jadwal maupun pihak yang bertanggung jawab atas kelanjutan program tersebut.
Ade menjelaskan, wacana pembukaan akses jalan menuju lokasi SMP Negeri 35 sebenarnya sudah bergulir sejak akhir 2024. Pada Januari 2025, ia bersama perangkat wilayah telah mulai melakukan sosialisasi dan mengumpulkan sekitar 15 warga terdampak yang rumahnya berada pada jalur rencana pelebaran jalan.
“Dari awal 2024, bahkan akhir 2024, sudah ada rencana. Januari 2025 kita mulai ketemu warga dan sosialisasi. Pernah juga ada pengukuran sekitar September. Tapi setelah itu tidak ada perkembangan lagi,” ujar Ade.
Menurutnya, akses menuju lokasi sekolah memang cukup sulit sehingga pemerintah berencana membuka jalan baru yang melewati permukiman warga. Panjang jalan diperkirakan mencapai 180 meter dengan lebar sekitar 3,5 hingga 4 meter.
Ade menekankan bahwa warga pada dasarnya mendukung pembangunan tersebut, terutama karena manfaatnya dianggap besar untuk lingkungan sekitar.
“Warga yang terdampak berharap tentu dapat kompensasi yang layak. Tapi untuk warga sekitar juga banyak manfaatnya. Jalan jadi lebih lebar, ambulans bisa masuk, dan akses lebih aman kalau ada kondisi darurat seperti kebakaran,” ungkapnya.
Namun hingga kini, tidak ada kejelasan dari pihak pemerintah maupun lembaga terkait mengenai tindak lanjut pembebasan lahan. Ade mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa pihak, mulai dari aparat kelurahan hingga dinas terkait, tetapi jawaban yang diterimanya selalu tidak pasti.
“Yang bikin bingung itu karena tidak ada kepastian. Ditanya surat keputusan tidak ada, ditanya siapa yang bertanggung jawab juga tidak jelas. Jadi komunikasi ke atas agak sulit,” kata Ade.
Terakhir, Ade menyebut dirinya hanya berkomunikasi dengan salah satu pejabat *kelurahan* yang ia kenal sebagai Bu *Rahma*. Namun, sampai sekarang belum ada update resmi yang ia terima.
Meski demikian, Ade berharap penyampaian informasi ini dapat menjadi perhatian pihak terkait agar proses pembebasan lahan dan rencana pembangunan SMP Negeri 35 segera dipertegas.
“Harapan kami, semoga dengan diberitakan seperti ini bisa terbaca oleh pihak atas, sehingga ada kejelasan bagi warga,” tutupnya. (RN)












