DEPOK | Star7Tv – Suasana Ngaji Hikam di kediaman Wali Kota Depok mendadak berubah menjadi momentum penting. Para aktivis senior Depok, Kasno, Wido Praktino, Pardong, hingga Haris Fadillah “turun gunung” dan mendeklarasikan dukungan penuh terhadap pembangunan flyover Margonda–Juanda, proyek besar yang digadang-gadang bakal menjadi jalan keluar kemacetan kronis di kota ini.
Kasno, salah satu aktivis yang dikenal vokal, menegaskan bahwa flyover Margonda–Juanda bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan “gebrakan besar yang sudah lama ditunggu warga sejak Depok berdiri.”
“Flyover ini bukan proyek biasa. Ini solusi nyata untuk kemacetan parah Depok. Dan masyarakat sudah nunggu ini dari dulu,” tegasnya kepada awak media.
Kasno juga menyoroti munculnya suara-suara penolakan yang dinilainya sarat kepentingan politik. Ia menantang pihak-pihak yang kontra agar menyampaikan kritik secara objektif.
“Silakan kritik, tapi yang objektif, jangan pakai rasa suka atau tidak suka. Depok ini butuh solusi, bukan drama politik,” ujarnya.
Terkait isu pinjaman pembangunan, ia memastikan Pemkot sudah melakukan kajian matang dan tidak ceroboh.
“Pemkot punya banyak ahli. Dan sudah ditegaskan pinjaman ini tidak membebani APBD. Jadi jangan digoreng-goreng,” katanya.
Senada dengan Kasno, Wido Praktikno, juga memandang bahwa pembangunan flyover Margonda harus menjadi langkah awal untuk penataan transportasi yang lebih luas. Ia menyoroti titik kemacetan lain seperti Cisalak.
“Cisalak itu macet parah. Itu jalannya provinsi. Kang Dedi di Jabar harus lihat ini. Depok penyumbang pajak kendaraan terbesar di Jawa Barat, wajar dong kalau minta layanan flyover tambahan,” tegasnya.
Wido dalam deklarasinya dengan seruan lantang kepada warga Depok,
“Sudahlah, jangan lagi 01-02. Ini soal rakyat! Kalau programnya baik, kita dukung. Kalau kurang tepat, kritik yang membangun. Yang penting Depok maju dan macet berkurang!”. Dengan deklarasi ini, para aktivis senior Depok resmi memasang sikap: mendukung penuh pembangunan flyover dan menolak segala bentuk penggiringan opini yang tidak objektif. (RN)












