Milad ke-16 Perguruan Selendang Poksay, Momen Menyatukan Budaya dan Generasi Muda Curug

Milad ke-16 Perguruan Selendang Poksay, Momen Menyatukan Budaya dan Generasi Muda Curug
Pemotongan tumpeng oleh guru besar dalam peringatan HUT ke-16 Perguruan Silat Selendang Poksay, Minggu, (9/11). (dok. Star7Tv/foto, Roni)

DEPOK | Star7Tv – kebersamaan terasa dalam peringatan Milad ke-16 Perguruan Selendang Poksay yang digelar di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antar pesilat, tetapi juga momentum penting untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

Ketua LPM Kelurahan Curug, Herman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para pemuda yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saya bersama keluarga besar LPM mengucapkan terima kasih karena berkat semangat para pemuda acara ini bisa terselenggara. Mereka inilah yang menjaga kelestarian budaya kita. Kalau tidak dijaga, lama-lama bisa hilang, dan perguruan seperti ini mungkin tak akan ada lagi,” ujar Herman.

Herman juga mengungkapkan rencananya untuk memperkuat kolaborasi antar perguruan dan tokoh masyarakat di wilayah Curug. Menurutnya, budaya dan agama adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam membangun karakter bangsa.

“Tadi saya sempat ngobrol dengan Bang Idris, ke depan acara seperti ini bagusnya digabung agar lebih besar dan meriah. Kami di Kelurahan siap memfasilitasi. Budaya dan agama itu sejalan, sama-sama membentuk keberagaman dan memperkuat persatuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menyinggung soal pentingnya dukungan anggaran bagi kegiatan kebudayaan di tingkat kelurahan.

“Kami punya anggaran keberagaman sebesar 25 juta dari total 300 juta per RW. Ke depan, saya ingin ada porsi untuk kegiatan kebudayaan, termasuk pencak silat. Selama ini belum ada proposal masuk dari perguruan, jadi ayo sama-sama kita rancang agar budaya ini bisa terus tumbuh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad Selendang Poksay, Abai, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Semoga Perguruan Selendang Poksay terus bisa berkolaborasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Abai.

Dukungan juga datang dari Ketua IPSI Kecamatan Bojongsari, Apih Supriyatna, yang menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian budaya silat di wilayahnya.

“Alhamdulillah, budaya silat di Kecamatan Bojongsari terus berkembang. Saat ini sudah ada kegiatan ekstrakurikuler silat di hampir semua sekolah. Kami berharap pemerintah juga dapat membantu melalui pembangunan fasilitas seperti gedung kesenian silat,” ujar Apih.

Ketua IPSI Bojongsari berharap, melalui peringatan Milad ke-16 ini, Perguruan Selendang Poksay tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai wadah seni bela diri, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya bangsa. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal menjadi pesan utama yang mengalir dalam setiap rangkaian kegiatan hari itu. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *