Tiga Rombel Terisi Penuh, MPLS di SD Negeri Tidung Berjalan Lancar
Makassar, Star7 Tv-24 Juli 2025 — Kepala Sekolah UPT SPF SD Negeri Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Hj. Herlinawati, S.Pd., menyampaikan bahwa proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026 telah berjalan lancar. Sekolah membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga pendidik yang ada.
“Alhamdulillah, pendaftaran siswa melalui sistem online berjalan baik dan sesuai zonasi. Kami tetap memperhatikan titik koordinat calon siswa agar sesuai dengan ketentuan, terutama memperhatikan keberadaan kakaknya,” ujar Herlinawati.
Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pihak sekolah melibatkan seluruh guru untuk menyambut siswa baru. Kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari dengan sistem yang telah disesuaikan dengan kalender pendidikan terbaru.
Hari pertama dimulai dengan sosialisasi kepada orang tua siswa, kemudian hari-hari berikutnya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas umum seperti toilet. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan dan kegiatan yang membangkitkan keceriaan siswa baru.
“Prinsip kami, anak-anak harus merasa nyaman sejak hari pertama. Kami perkenalkan perlahan lingkungan sekolah dan memberi waktu adaptasi. Setelah hari ketiga, anak-anak sudah terlihat mandiri,” tambahnya.
Dalam menyambut tahun ajaran baru, pihak sekolah juga menyampaikan kepada orang tua pentingnya memahami visi dan misi sekolah agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari, termasuk penggunaan teknologi seperti handphone saat ujian yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Herlinawati menekankan bahwa penerimaan siswa tetap mengikuti aturan maksimal per rombel yakni 28 siswa. Meski begitu, pihaknya tetap membuka ruang jika terjadi perpindahan orang tua siswa yang menyebabkan mutasi sekolah.
Penjemputan siswa juga diatur secara tertib. Orang tua hanya diperbolehkan sampai gerbang sekolah untuk menjaga kemandirian anak-anak. Prosedur ini telah berjalan efektif selama beberapa tahun terakhir.
“Dengan jumlah guru sebanyak 36 orang, kami optimis pelaksanaan proses belajar mengajar di tahun ini dapat berjalan maksimal,” tutupnya.
Reporter “,(Kul indah)







