Kondisi Gedung Memprihatinkan, Siswa UPT SMA Negeri 23 Makassar Terancam Keselamatannya
Makassar, 21 Juli 2025 – Star7 TV
Kondisi bangunan UPT SMA Negeri 23 Makassar kini menjadi sorotan publik. Sejumlah bagian gedung sekolah mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian plafon dan atap, yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan ratusan siswa dan tenaga pendidik.
Hasil pantauan langsung tim Star7 TV, bagian plafon lantai atas terlihat berlubang besar dengan kerangka kayu yang menggantung tak beraturan. Beberapa siswa terpaksa tetap melintasi area tersebut meski berisiko tertimpa runtuhan sewaktu-waktu. Sementara itu, kondisi tangga yang menjadi jalur utama aktivitas siswa pun terlihat licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, terlebih saat musim hujan.
Kepala UPT SMA Negeri 23 Makassar, Drs. Syahruddin, M.Pd., Ph.D., menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi tersebut. Ia menyebut terdapat tiga ancaman utama yang saat ini membayangi kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
“Pertama, plafon yang rusak dan bisa jatuh kapan saja. Kedua, atap yang bocor saat hujan yang sangat mengganggu proses pembelajaran. Ketiga, tangga yang licin dan dilewati hampir seribuan siswa setiap hari, sangat berbahaya jika tidak ditangani,” jelas Syahruddin kepada Star7 TV.
Ia mengaku bahwa pihak sekolah telah beberapa kali dalam pertemuan resmi meminta bantuan perbaikan rehab Sekolah kepada pemerintah namun belum mendapatkan respon yang memadai.
“Kami sudah berupaya menyampaikan melalui pertemuan resmi, tapi hingga saat ini belum ada realisasi. Padahal ini menyangkut keselamatan anak-anak kita. Orang tua pun mulai resah melihat kondisi sekolah,” ujarnya.
UPT SMA Negeri 23 Makassar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 01, Tamalanrea Indah, Kota Makassar, tercatat memiliki total 26 rombongan belajar (rombel), terdiri dari 9 rombel di kelas X, 9 rombel di kelas XI, dan 8 rombel di kelas XII. Jumlah siswa secara keseluruhan mencapai sekitar 900 orang, dengan didukung lebih dari 70 tenaga pendidik dan staf, baik dari kalangan PNS maupun honorer.
Syahruddin berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti kondisi ini dengan serius demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.
“Sebagai pendidik, kami tentu merasa khawatir. Jangan sampai ada korban dulu baru ada tindakan. Kami berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian,” tutupnya.
Reporter”,(Kul indah)





