Amburadul ,diduga pekerjaan Rehabilitasi puskesmas poned tanjung bintang ,dikerjakan asal asalan

Lampung Selatan, Star7tv.com– Entah apa jadinya bila fasilitas kesehatan yang setiap harinya didatangi masyarakat untuk berobat maupun rawat inap, memiliki bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Ambruknya bangunan dan menimpa warga yang sedang berada di fasilitas kesehatan tersebut bisa saja terjadi bila kualitas bangunan rendah atau dikerjakan asal-asalan.

Salah seorang warga, berprofesi sebagai Tukang Bangunan yang enggan namanya disebutkan menilai Rehabilitasi Puskesmas Poned Tanjung Bintang, kekuatannya bangunannya akan berkurang.

Hal ini disampaikannya saat Awak Media meminta tanggapannya atas dugaan penggunaan bahan bangunan (besi) yang tidak sama ukurannya (diameter).

” Pengalaman Saya, mengerjakan rumah pribadi warga saja tidak pernah mencampur besi yang besar dengan yang kecil meskipun anggarannya minim. Apalagi bila anggaran miliaran rupiah, kekuatannya akan berkurang,” katanya sambil memperhatikan gambar bangunan dan foto besi yang digunakan. Senin (25/07/2022).

 

Akan tetapi apa yang disampaikannya tersebut berbanding terbalik dengan yang dikatakan Rian, yang mengaku sebagai Pengawas bangunan rehabilitasi Puskesmas Poned tersebut.

Sementara Julio anggota LSM topan RI, yang bersama dengan awak media dalam melakukan investigasi dan konfirmasi ,menggatakan akan konfirmasi ke PPK ,dan minta agar pengawasan di perketat agar bangunan berkualitas ,serta akan melengkapi berkas dugaan ,oknum yang diduga mengguntungkan diri sendiri dan orang lain ,dan akan membawah berkas  full baket ,untuk di buat laporan ke APH ( aparat penegak hukum)

Seperti diketahui, sempat viral di beberapa media online, rehabilitasi Puskesmas Poned Tahun Anggaran 2022 dengan sumber dana DAK dikerjakan oleh pihak rekanan CV. Razanaraghda. Tanggal kontrak 21 juni 2022 (120 hari pelaksanaan) dengan nomor kontrak 1701/PBJ/Pren-T/Rehb-poned/DAK/Vl/2022, lokasi Tanjung Bintang dengan nilai kontrak Rp. 1.409.855.860,-

 

Diduga, bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Diantaranya besi. Yang mana semestinya mengunakan besi @16 mm, namun saat disigmat hanya menggunakan besi @14.5.mm. Belum lagi besi lainnya. Pasir cor yang semestinya mengunakan pasir cor khusus namun ditemukan pasir bercampur tanah dan lumpur (pasir cadas). Batu split cor ukuran 1/2 pun bercampur abu batu, sehingga kuat dugaan pihak rekanan ingin ambil untung sebesar-besarnya.

 

Pekerja atau para tukang yang bekerja pun tidak mengunakan perlengkapan K3 sebagaimana mestinya guna keselamatan para pekerja bangunan.  (Team/red)

 





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.