-->

Notification

×

Iklan

Iklan

PT SATU TIGA MANDIRI DIDUGA KANGKANGI KONTRAK KERJA PELAKSANAAN PRESEVASI JALAN DAN JEMBATAN BATAS GUNUNG SITOLI -TELUK DALAM, PPK 3,5 INISIAL FH DIDUGA BUNGKAM

Saturday | December 04, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-04T08:13:05Z
Star7tv.com Nias - Sumatera Utara Proyek Presevasi Jalan dan Jembatan batas Kota Gunungsitoli menuju Teluk dalam, pagu dana kurang lebih 14 milyar bersumber dari APBN TA 2021 yg dikelolah oleh Kementrian PUPR RI, B2PJN Sumut, PJN 3, wilayah kerja PPK 3,5 Kepulauan Nias, diduga banyak yg tidak sesuai dengan spesifikasi dan apa yg tertuang dalam kontrak kerja antara PPK 3,5 dengan PT STM.

Hal ini disampaika oleh salah seorang penggiat anti korupsi dan pemerhati pembanguan, yakni Fatiziduhu Zai, sekertaris LP-KPK Kab.Nias

Lagi - lagi Pelaksanaan pemasangan Bronjong di jembatan MUA, diduga tidak memenuhi standar dan metode kerja yg tertuang saat pihak PT Satu Tiga Mandiri melakukan tender, lebih lanjut Fatiziduhu Zai memaparkan bahwa saya melihat langsung proses cara kerja pemasangan bronjong tsb, sangat disayangkan cara kerjanya dimana kontaktor tidak memakai alat berat ( EXAVATOR) utk penggalian tapak bronjong serta menurut pengamatan kami disetiap pemasangan bronjong harus dipasang Geo Textil, dan ini tidak, sehingga kita sangat menyayangkan hal tersebut imbuh Fatiziduhu Zai dgn kecewa. Apalagi saat kami ambil foto dan video tgl 03/12/2021 
penggalian dilakukan secara manual dan kedalamannya sepertinya hanya satu lapis atau kurang lebih satu meter dan itu pun didalam air, tentu kita heran ada apa dengan pembanguan yg bersumber dari anggaran Nasional tapi pelaksanaan yang dibawah pengontrolan PPK 3,5 wilker Nias dgn inisial FH amburadul dan sesuka hati kontraktor melakasanakannya.
Dengan tegas Fatiziduhu menyampaikan kepada awak media buat apa bronjong dibangun disitu ( jembatan mua red) padahal sudah ada bangunan bronjong thn 2018, dan sampai sekarang masih utuh, masih banyak lokasi lain yg butuh utk pemasangan bronjong, 

saya heran cara proses kerjanya  koq bronjong di pasang dalam air, apa itu nanti tidak mempersempit untuk dibet air dan kedalaman Bronjong juga  kurang lebih satu meter, bagaimana tentang mutu dan daya tahan bronjong itu kedepan kalau seperti ini cara pengerjaan? apakah ini bukan hanya menghambur- haburkan uang negara? akibat kurang kontrol dari pihak pengawa PT GUTEC dan PPK 3,5, pada projek yang dikerjakan ini kuat dugaan  bahwa  PPK 3,5 dan Ka B2PJN Sumut serta PT GUTEC konsultan juga PT STM sebagai pihak pemenang tender, diduga melakukan konspirasi berjamaah atas pelaksanaan proyek yg bernilai miliyaran rupiah dikep Nias.

Untuk itu kami berharap agar kementrian  PUPR RI mencopot Ka balai Sumut dan PPK 3,5 Nias dan juga Aparat Penegak Hukum serta BPK   untuk melakukan audit atas pelaksanaan proyek yg bernilai kurang lebih 14 milayar di kep nias.
( Kaperwil kepnias)







 






×
Berita Terbaru Update