-->

Notification

×

Iklan

Iklan

LAM Belitung Bersama para Tokoh Masyarakat Bahas Tambang Timah Munsang

Monday | November 08, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-08T06:45:00Z
Star7tv.com Belitung Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung ajak para tokoh dari berbagai elemen masyarakat Belitung, membahas maraknya tambang biji timah inkonvensional di Desa Munsang Kecamatan Sijuk dan di daerah lainnya di Pulau Belitung, Senin (8/11/2021).

Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Adat LAM Belitung jalan Gajah Mada, Lesung Batang Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung. Acara dibuka Ketua LAM Belitung Hadi Ajin, dimulai pada pukul 09:00 WIB hingga jelang siang hari.

Ketua LAM Belitung, Andi Ajin sampaikan bahwa permasalahan mengenai tambang timah yang dapat nerusak ekosistem dan meresahkan masyarakat lainnya untuk beraktifitas, harus menjadi perhatian kita semua.

"Kita tidak boleh tinggal diam melihat kampung kita di rusak oleh penambang. Hal itu harus menjadi perhatian kita semua menjaga bersama-sama kampung kita, agar para penambang yang dapat merusak perarian pantai maupun daerah aliran sungai dapat dicegah oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya," katanya.
Sementara itu Ketua HNSI Belitung Aji Tarek sapaan Muhtar Motong, sampaikan dalam melakukan penindakan terhadap penambang kecil khususnya, sebaik tahap awal ada teguran ataupun pembinaan dari pihak pemerintah desa ataupun lembaga adat setempat terlebih dahulu.

"Pemerintah Desa setempat sebaiknya lebih pro aktif menertibkan tambang inkonvensional (TI) yang diduga meresahkan nelayan ataupun masyarakat setempat untuk beraktivitas. Dan selalu pantau dan tertibkan juga penambang yang berpotensi bisa merusak ekosistem disekitar tambang. Di desa kan ada Babinkamtibmas, ditingkat paling bawah ada Rukun Tetangga (RT), mulai dari mereka terlebih dahulu melakukan penertiban itu, agar bisa dilakukan secara persuasif memberikan teguran dan pembinaan, yang notabene penambang itu banyak dari warga setempat juga," paparnya

Dia tambahkan sebaiknya para penambang di ajak sosialisasi di Lembaga adat ataupun Kantor Desa setempat, dilibatkan juga tokoh masyarakat, aktivis lingkungan dan pihak yang berkompeten lainnya, berikan pemahaman kepada mereka mengenai plus minusnya beraktifitas di tambang biji timah, hingga menyisir perairan Desa Munsang tersebut.

Kemudian Ketua LSM Lidik Babel Bang Rijal sapaan Samsurizal kepada wartawan, sampaikam terkait implementasi kebijakan dari aparat penegak hukum, sebaiknya perhatikan juga dampak sosial ekonomi terhadap penambang tersebut. Sebab pihaknya melihat para penambang itu sebagian besar dari masyarakat yang mencari penghasilan tambahan juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-sehari.

"Jangan hanya melihat dari sisi benar salahnya saja terhadap aktivitas mereka (penambang_red), namun ada hal yang lebih penting bila dilihat dari sisi lainnya, diantaranya dampak sosial dan ekonomi terhadap para penambang itu, yang sebagian besar menurut infomasinya masyarakat kecil yang menambang timah dengan mesin kecil pula jenis mesin robin," tegas Bang Rijal.

Selanjutnya dalam waktu dekat ini, LAM Belitung bersama para tokoh masyarakat yang hadir itu akan mendatangi DPRD, Pemerintah dan Institusi terkait lainnya, untuk membahas lebih lanjut permasalahan tambang tersebut.

Tamu yang hadir pada acara itu diantaranya, Ketua LAM Babel Hadi Ajin beserta jajaranya, Ketua HNSI Belitung H Muhtar Motong (Aji Tarek), didampingi Suhadi Hasan dan Jasman, para tokoh presiduam Babel A Rani Rasyid (Agok) dan Momon, para Pelaku wisata Kusuma Kosasih dan rekannya dan para tokoh dari beragam elemen masyarakat lainnya, serta rekan-rekan Jurnalis dan LSM di Belitung. (JN)





×
Berita Terbaru Update