-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jika Tidak Respon Somasi, Warga Desa Rantau Baru Akan Gelar Aksi di Kantor PT. SISL

Saturday | November 06, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-06T08:33:04Z
Tabloid Putra pos.Pelalawan - Sudah satu bulan lebih sejak warga Desa Rantau Baru melayangkan surat Somasi terhadap perusahaan PT Sri Indrapura Sawit Lestari (PT.SISL) yang berada di Desa Kerinci Kanan Kabupaten Siak, atas dugaan pencemaran sungai Kiyab dan Baboko dengan limbah pabrik. "Lebih satu bulan, terhitung dari tanggal 18 September 2021, tapi belum ada respon maupun itikad baik perusahan itu atas somasi yang kami layangkan," ucap Pj Kepala Desa Rantau Baru, Nazwir Alam,S.Pd, saat bertemu wartawan di kedai kopi simpang kualao, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada hari Jum'at pagi (05/11/2021). Limbah pabrik PT.SISL diduga telah mencemari sungai Kiyab dan Baboko hingga sempat berubah warna menjadi hitam dan berbau. Tidak hanya warga Desa Kiyab Jaya yang menerima dampaknya, warga Desa Rantau Baru yang berada di hilir muara sungai Kiyab dan Baboko pun terkena imbas buruk. Pj Kepala Desa Rantau Baru menuturkan bahwa warga yang biasa mencari ikan menjadi kesulitan, ditambah adanya penyakit yang diduga efek limbah yang mencemari sungai. "Hasil tangkapan warga yang merupakan nelayan tradisional beberapa tahun belakangan ini turun jauh, warga juga kerap merasakan gatal-gatal saat mandi menggunakan air sungai itu pada musim kemarau," ungkapnya. Diuraikannya, dampak kerugian buruk untuk masyarakat Desa Rantau Baru adalah pencemaran air, penyakit kulit, diare, keroposnya sarana dan prasarana penangkapan ikan yang antara lain boat, pompong, robin, perahu dan alat tangkap lainnya. "Berkurang hasil tangkapan ikan tentunya mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Desa Rantau baru yang notabenenya sebagai nelayan tradisional, dan sudah terjadi kurang lebih 3 tahun belakangan ini," lanjutnya menjelaskan. Nazwir Alam juga mengaku sempat akan diadakan rapat kerja terkait masalah tersebut oleh Komisi II di kantor DPRD Kabupaten Pelalawan pada tanggal 19 Oktober lalu, namun pada akhirnya batal. "Saya beserta Tokoh masyarakat Desa Rantau Baru dan juga Kades Kiyab Jaya serta Tokoh masyarakatnya dapat surat undangan dari DPRD Pelalawan. Tapi sehari sebelumnya, malam harinya saya diberi informasi dari pihak DPRD bahwa hearing esok harinya dibatalkan dengan waktu yang tidak ditentukan," terangnya. Dibeberkannya, tuntutan warga Desa Rantau Baru dalam hal ini adalah meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan PT.SISL atas apa yang dialami selama ini. Baik dari segi kerugian materil dan immaterial. "Kami meminta pertanggungjawaban PT.SISL atas kerugian yang dialami warga karena dampak pencemaran sungai yang bermuara ke desa kami," katanya. Pj Kades Rantau Baru itu juga meminta bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan membantu dalam persoalan pencemaran tersebut. "Karena walaupun domisili operasi PT.SISL adalah Kerinci Kanan Kabupaten Siak, tapi masyarakat yang merasakan imbas dari limbahnya masyarakat Kabupaten Pelalawan. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan," tandasnya. Ia menambahkan, jika perusahaan tidak juga ada itikad baik dan tidak merespon surat somasi yang mereka layangkan, maka warga Desa Rantau Baru akan menggelar aksi di kantor PT.SISL.  (Muksim) (Sumber Team Pelalawan)
http://dlvr.it/SC0XCm





×
Berita Terbaru Update