-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dibalik Sisi Lain Kehidupan Para Pekerja Keras Kerajinan Tangan Dan Pemulung Sampah Plastik Jadi Rupiah,.

Saturday | September 25, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-09-25T16:05:01Z
Star7tv.com I Jakarta-Karawang Bantar Gerbang merupakan salah satu wilayah di Ibu Kota Jakarta yang dikenal sebagai tempat pembuangan akhir (TPA). Tempat yang satu ini sangat identik dengan sampah-sampah yang tak terpakai dari berbagai penjuru Ibu Kota. Meski demikian, masih belum banyak orang yang mengetahui sisi lain kehidupan masyarakat Bantar Gebang yang sarat akan sampah. Karena sampah itulah yang nantinya akan mereka olah demi mendapatkan penghasilan harian.

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan sampah di Bantar Gebang kian meningkat. Bahkan, setiap harinya berton-ton sampah dibuang di sana. Dari sinilah wajah Bantar Gebang mulai berubah. Ada harga mahal yang harus dibayarkan untuk kondisi tersebut. Utamanya pada masalah lingkungan dan kesehatan yang terus menghantui masyarakat Bantar Gebang.

Meskipun terkenal sebagai tempat pembuangan sampah, nyatanya terdapat banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai pemulung sampah di tempat tersebut. Bahkan, sebagian besar pemulung sampah di Bantar Gebang merupakan warga dari luar wilayah itu sendiri.

Tak heran, orang-orang non pribumi banyak yang datang dan menetap di sini, untuk mengais rezeki. Non pribumi membangun sebuah gubuk bermodal kayu-kayu untuk tempat tinggal mereka. Setiap harinya, mereka membawa gerobak atau keranjang dan sebuah ganco, untuk mencari barang bekas maupun sampah yang ada di TPA.
Tidak hanya orangtua bahkan remaja maupun anak-anak sudah membantu orangtuanya untuk mengais rezeki di TPA. Mereka ada yang pergi dipagi hari, siang hari, dan malam hari. Jika mereka berangkat dipagi hari mereka akan pulang ke gubuk masing-masing saat sore hari, jika disiang hari mereka akan pulang malam hari. Saat berangkat malam hari mereka akan kembali ke gubuknya pada dini hari bahkan sampai matahari terbit. Barang-barang maupun sampah yang sudah mereka kumpulkan nanti, mereka menimbangnya agar menjadi uang. Lalu barang-barang tersebut akan dibawa ke pabrik-pabrik untuk didaur ulang.

Bapak empi (55), berasal dari Karawang - Batujaya tinggal bersama keluarga di sebuah gubuk sekitar TPA. Dia seorang pemulung sekaligus Pengrajin membuat keranjang dari bahan bekas dan di jual, Setiap harinya iya menghasilkan 1/2 keranjang sekitar 120 ribu rupiah, "ungkapnya ",Beliau juga menambahkan bahwa dirinya sudah delapan tahun tinggal di TPA Bantar gebang, sejak 2013 hingga kini, saat ditanya team ILOVE BATUJAYA ( Bang Nurdi ) kepada media Star7tv.com

Sementara ditempat yang sama Ibu Mimin dan ibu Nina asal Karawang sudah tujuh tahun menetap di TPA Bantar gebang, dengan mengepul barang bekas/mulung sampah plastik dll , adapun penghasilan nya berkisar 50rb sampai 100rb tergantung banyaknya sampah yang diperoleh, Menurutnya dia merasa nyaman tinggal di TPA Bantar gebang walaupun situasinya seperti ini, katanya kepada Team ILOVE BATUJAYA (Bang Nurdi)

(Nata Wijaya)





×
Berita Terbaru Update