-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Masyarakat resah karena akan ada Restribuisi sewa/menyewa lahan jualan di Bantaran sungai jeneberang

Tuesday | August 10, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-10T01:34:22Z
Star7tv.com , Gowa -Pada hari Rabu tanggal 3 Agustus 2021 oleh balai besar sungai jeneberang telah mengadakan pertemuan dengan para pedagang kuliner dan rumah makan dibantaran sungai Jeneberang bili-bili kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan hadir saat itu  yang menyaku oknum dari pompengan  yakni Ibu Tati dan pak Donny, dari balai besar, sementara  dari perwakilan pedagang, pak Patta selaku juru bicara, dan juga sebagai aktivis dan ketua RT setempat, dalam 

keterangannya kepada awak media star TV7 menjelaskan  bahwa ada rencana Balai Besar sungai Jeneberang untuk Retribuisasi/sewa menyewa lahan,  kepada para pedagang kuliner, rumah makan dibantaran sungai Jeneberang bili-bili,  dalam masa perjanjian sekali  3 tahun mengingat lahan yang  ditempati adalah milik balai besar pompengan sungai jeneberang, maka dibuatlah formulir untuk diisi, tentang tata cara sewa-menyewa, namun tak ada 
satupun pemilik warung rumah makan  yang mau mengisi formulir tersebut  dengan alasan mereka sudah menempati lahan tersebut sudah cukup lama berpuluh-puluh tahun, kurang lebih 25 tahun lamanya, sekarang pedagang balik bertanya dan menuntut  kok kenapa baru sekarang ada tuntutan oleh balai besar  untuk sewa lahan  sementara  banyak sekali pabrik-pabrik dan bahkan rumah2  berdiri dibantaran sungai Jeneberang tidak di perhatikan dan digubris, seperti contoh lihat saja dekat jembatan kembar bahkan ada 

perumahan dan lain sebagainya tidak diperhatikan kenapa kita selaku pedagang kecil mau dipersulit.(10/8/2021) Apakah ada oknum yang mau memanfaatkan skenario ini untuk mencari keuntungan pribadi  kami pun belum tau apakah ini memang murni dari balai besar atau cuma akal-akalan saja yang tidak bertanggung jawab sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban berkelangjutan dari balai besar tentang rencana tersebut  tetapi 

para pedagang sudah mulai resah dan bingung atas rencana dimaksud, sementara Amiruddin.SH atau sering disapa Krg Tinggi, Aktivis dan ketua DPP LSM Gempa Indonesia sangat menyayangkan adanya rencana tersebut yang tidak melewati prosudur yang benar, menurutnya seharusnya dibicarakan dulu dengan Pemda Gowa selaku pemegang wilayah  atau DPRD Gowa,supaya di ketahui ke jelasanya 

ungkap Krg Tinggi Sebab kata dia bisa saja timbul kecurigaan apa benar tidak rencana itu, jangan sampai
menimbulkan persoalan baru dan memicu kemarahan warga tuturnya. Aktivis Krg Tinggi yang cukup fokal menyuarakan hati nurani Rakyat di Gowa sangat menentang hal tersebut, sebab menurutnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, "andaikan kebijakan ini diterapkan, apakah bangunan mereka akan dibongkar, seharusnya sejak dulu pihak balai besar menyiapkan los-los atau tempat jualan bagi mereka pedagang kecil. Barulah bisa diterapkan kebijakan itu, ungkapnya. (Kul Indah)







 






×
Berita Terbaru Update