-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ada Oknum ‘Sunat’ Dana PKH di Desa Sidomulyo Kedir

Monday | August 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-23T07:35:58Z
Star7tv.com ,Kediri .Sesuai Fungsi Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. 

Perekrutan bagi pendamping PKH, mulai passing grade, hingga wawancara dan psikotes, ini menjadi momen untuk membenahi sistem penyaluran PKH agar sampai di tujuan,jadi jika masih ada yang bermain atau tutup mata harus benar ,benar di tindak sesuai hukum yang berlaku bukan hanya di berhentikan. ” tutur Indra (Ketua LSM Gelora Cinta Negeri ) saat ditemui di sekertariatnya ( Sabtu 21/08/2021).


 
“Contoh kasus Fatoni ( oknum yang bermain KKS PKH) di Lombok timur yang di vonis pidana dua tahun enam bulan penjara, Selain pidana penjara, majelis hakim membebankan Fatoni denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. Dan yang paling penting apakah kordinator atau bahkan kepala dinas sosial tutup mata / mengetahui atau tidak penyimpangan di lapangan .

Sementra di tempat terpisah Tomi Ariwibowo Ketua Ikatan Pemuda kediri menuturkan dilapangan masih ada oknum yang berani menyunat dana bantuan tersebut.dan bahkan ada yang bertahun tahun memegang beberapa kartu serta mencairkannya.seperti halnya keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan.

Ikatan Pemuda kediri beserta LSM Gelora Cinta Negeri meminta APH dan instansi terkait untuk menindak tegas dan kami akan mengawal proses hukumnya sampai oknum yang terbukti melakukan penyimpangan tersebut benar- benar di ganjar sesuai dengan perbuatnnya.

Bagaimana tidak, praktik pungutan liar dengan dalih ganti uang bensin, uang capek, iuran kas masih terus terjadi dan banyak ditemukan dilapangan.

Seperti yang terjadi di Desa Sidomulyo, Dusun Sidodadi, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Praktik dugaan pungli dengan dalih uang kas dan uang bensin dilakukan oleh oknum Ketua PKH yang menaungi para penerima manfaat bantuan, dari Bantuan sosial Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai, maupun bantuan dari pemerintah selalu dikenakan potongan setiap pencairan, dari 5 ribu-50 ribu per paket.
Ketua PKH Diduga Menyimpan seluruh Kartu Penerima Manfaat Beserta PIN untuk kepentingan Pribadi, dan wajib memberikan iuran di setiap kali ada pencairan bantuan.

Ny,45Tahun menyampaikan ke awak media bahwa, “kita gak tau mas, kita ngikut saja arahan dari ketua, karena jika ada yang vokal, pasti diancam dicabut bantuannya atau dikucilkan oleh mereka(Grub perangkat), ya kami tahu bahwa susunan perangkat didesa kami rata rata keluarga semua, dari kakak, adik, sepupu, semuanya dimasukkan jajajan pengurus di desa,kita hanya bisa pasrah mas”.Ungkapnya
(TS, 55Tahun), “anak saya banyak mas, ya sampean tahu sendiri rumah reot saya, kita tidak tahu kalau dapat bantuan wong kartu dan informasi mereka yang pegang, kalau dipanggil ya diambil kalau tidak ada pemanggilan berarti ya tidak dapat,padahal saya mulai dapat bantuan dari 2019, tapi pencairan tidak pasti kita terima, namun dapat lagi di tahun 2021 ini 2 kali“,ujarnya.

Purwanti kepala desa sidomulyo,tidak memberikan tanggapan saat di konfirmasi lewat whats Apps, namun saat dikonfirmasi oleh salah satu media menuturkan “tidak tahu menahu terkait penyimpanan Kartu Penerima Manfaat KPM oleh Ketua PKH Desa Sidomulyo , terangnya.

Tomi Ariwibowo Ketua Ikatan Pemuda Kediri (IPK) Mejelaskan“Tidak habis fikir jika memang terjadi seperti itu,mau itu untuk warga lainnya seharusnya itu sudah menjadi tugas Kepala desa untuk memikirkan bagaimana cara mensejahterakan warganya, bukan malah potong sini kasih sana, bagaimana mungkin warga kurang mampu masih saja dijadikan ajang bisnis“.tegasnya.

Di tempat terpisah Agus kasi dari dinas sosial kabupaten kediri yang membidangi hal tersebut, berjanji ” Jika dilapangan ditemukan oknum yang mengkolektifkan atau memegang kartu PKH yang bukan KPM akan melaporkannya .
(Imam Mura/Dra)







 






×
Berita Terbaru Update