-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tanah Tak Diratakan, Tak Ada Papan Informasi, Fiks..... Pembangunan RKB SDN 12 Bandol Tak Sesuai SOP.

Wednesday | July 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-21T02:01:44Z
Star7tv.com,Landak Kalbar - Gedung sekolah merupakan sarana yang sangat di butuhkan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, termasuk sarana penunjang lainya serta tingkat keamanan dari kualitas gedung yang memang menjadi prioritas utama agar selama kegiatan serta pelaksanaan belajar mengajar berjalan sesuai dengan harapan.

Namun harapan ini masih berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, dimana pelaksanaan kegiatan di lapangan terlihat masih adanya indikasi asal bangun tanpa memperhatikan tahapan serta proses persiapan sebelum mendirikan sebuah bangunan. Ya seperti yang terpantu oleh awak media ini, dengan pelaksanaan pembangunan gedung sekolah yang ada di Dusun Bandol, Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu yang terkesan asal bangun. Seolah tanpa adanya persiapan diantaranya tidak melakukan penggusuran lahan sebelum pembanguan berjalan terlihat lahan hanya dibakar seperti untuk membuka lahan pertanian, seharusnya papan informasi/ papan baliho terpasang, tapi disini tidak terpasang. Apakah kurangnya pengawasan oleh pihak terkait terutama konsultan.

Salah satu warga masyarakat Bandol Markus menyampaikan kepada awak media ini, dirinya selaku masyarakat Bandol tidak mengetahui adanya pembangunan sarana Gedung sekolah yang katanya akan di bangun Gedung sekolah Dasar Negeri 12 Bandol yang baru.

"Gedung yang lama kan masih ada dan masih utuh, seharusnya dari pihak dinas terkait melalui Dinas pendidikan melakukan perbaikan gedung yang ada. Mungkin ada sedikit masalah karena gedung yang lama lahan yang di pakai adalah lahan milik warga tanpa ganti rugi, siapa tahu tak di ijinkan oleh pemilik lahan," ucap Markus saat di temui. Selasa (20/7/2021).

Markus juga mengatakan pembangunan gedung yang di bagun baru tersebut juga terkesan tida memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), sebab lahan tersebut tidak di gusur untuk melakukan perataan tanah.

" Ini sih parah masa main tancap saja, apakah pola pola seperti ini yang mau memberikan kualitas Gedung yang baik. Kita sebagai masyarakat juga perlu tahu sumber dana dari mana, pagu dana berapa serta siapa pelaksana proyek ini, masa membangun tanpa adanya plang nama, kita tahu lah jaman sekarang ya memang harus terbuka karena sudah ada aturannya ini juga kan uang rakyat yang bersumber dari pajak," tegas Markus perwakilan masyarakat.

Penulis : Rinto Andreas/Injil





×
Berita Terbaru Update